Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 21.35 WIB

Dokter Tompi Sebut Perawatan Berlebihan Bisa Bikin Kulit Rusak dan Skin Barier Tipis, Dokter Clinton Beri Tanggapan Ini

Dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika, Fransiscus Clinton. (erhaultimate.co.id) - Image

Dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika, Fransiscus Clinton. (erhaultimate.co.id)

JawaPos.com - Video dokter Tompi yang mengingatkan masyarakat tentang bahaya merawat wajah secara berlebihan kembali ramai di media sosial. Menurutnya, perawatan yang terlalu intens bisa membuat kulit menjadi lebih tipis dan merusak skin barier, lapisan pelindung alami wajah.

Dalam tayangan podcast TS Talk, dokter Tompi menjelaskan bahwa tren perawatan wajah kini semakin digemari, baik oleh wanita maupun pria, demi mendapatkan kulit cerah dan glowing.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika, Fransiscus Clinton, yang menyampaikan pandangan lain terkait perawatan kulit yang disebut bisa menipiskan lapisan kulit.

Melalui Podcast di kanal YouTube kasisolusi, dokter Clinton menyatakan tidak setuju dengan pernyataan dokter tompi yang menilai skincare bisa bikin kulit tipis dan skin barier rusak.

"Saya nggak setuju karena dia (dokter Tompi) tidak mengungkapkan bahan apa," ujarnya.

Bahkan, pernyataan dokter Tompi terkait perawatan menggunakan peeling dan laser bisa bikin kulit rusak turut dibantah dokter Clinton.

Lulusan Kedokteran Universitas Hasanudin tersebut menegaskan, treatment melalui peeling dan laser tidak membuat kulit rusak jika diberikan jangka waktu yang tepat.

"Aku di tengah-tengah ya, kalau dokter Tompi bilang laser langsung dua minggunya di-peeling lalu di aser, bikin kulit rusak itu bener. Dan aku nggak pernah nyaranin selesai di-peeling langsung dilaser. Tapi, kita harus tunggu dulu namanya proses unhealing,” papar dokter Clinton.

"Ini kan flek ya, kalau flek kena laser itu kan pigmennya pecah, harus ada proses penyerapannya dulu pada tubuh kita oleh sel makrofag namanya, dan itu butuh waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan, baru nanti next treatment lagi, jadi memang nggak boleh terlalu cepet,” sambungnya.

Dokter Clinton memberikan sanggahan soal pernyataan dokter Tompi terkait bahaya perawatan wajah secara berlebihan. (YouTube kasisolusi)

Dokter yang dikenal dengan konten edukasinya tersebut mengungkapkan unek-uneknya terhadap pernyataan dokter Tompi.

"Sorry ya dokter Tompi sebenarnya bikin saya mengganjal itu bikin tipis, contohlah pasien saya tanya 'dok, katanya nggak boleh di laser dan peeling ya, bikin kulit tipis?'," ucap dokter Clinton menirukan si pasiennya tersebut.

Pernyataan dokter Tompi terkait laser dan peeling bikin kulit tipis menjadi kekhawatiran masyarakat tanpa mereka tahu penjelasan secara detailnya.

Ia menjelaskan, perawatan melalui laser dan peeling justru membuat kulit tebal, terutama bagian dermis yaitu lapisan dalam kulit.

"Yang bikin tipis mungkin kata dokter Tompi skincare yang ada kandungan kortikosteroid. Kalau dipakai dalam waktu panjang, itu memang akan membuat kulit menjadi tipis. Contohnya, banyak pembuluh darah di wajah yang keliatan," papar dokter Clinton.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore