
Konferensi pers diwakilkan oleh ibu dari Gaeun (Dok. Allkpop)
JawaPos.com - Konferensi pers terkait gugatan pelecehan seksual yang dilayangkan Gaeun terhadap CEO 143 Entertainment, Lee Yong Hak, telah dilaksanakan.
Bertempat di Pusat Pers Korea, Seoul, pada pagi hari tanggal 29 April, konferensi pers secara khusus membahas dugaan tindakan pelecehan yang dilakukan CEO agensi kepada mantan artisnya, Gaeun.
Dalam kesempatan itu, beberapa pihak turut hadir, termasuk ibu Gaeun, pengacara Moon Hyo Jung, mantan pemimpin tim A&R 143 Entertainment Heo Yoo Jung, Sekretaris Jenderal Solidaritas Budaya Kim Jae Sang, Direktur Pusat Hak Buruh Hanbit Media Kim Young Min, dan aktivis Lee Min Kyung dari Moms Politics.
Dikutip dari Allkpop, Direktur Pusat Hak Buruh Hanbit Media Kim Young Min, menjelaskan kronologi pelecehan yang diterima Gaeun.
"Pada bulan Oktober tahun lalu, Lee Yong Hak (nama panggung Digital Masta), pendiri, CEO dan produser 143 Entertainment, memanggil seorang anggota grup idol di bawah umur ke kantornya.
Selama tiga jam, dia melecehkan dan mengancamnya secara verbal, lalu secara paksa menganiaya dan melecehkannya secara seksual, yang menyebabkan pelecehan seksual yang parah.
Saat itu, korban berusia di bawah 19 tahun dan dilindungi berdasarkan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan Remaja terhadap kejahatan seksual.
Meskipun Lee awalnya mengakui kesalahannya dan berjanji, untuk mengundurkan diri dan menjaga jarak fisik dari korban.
Ia segera menyangkal kejadian tersebut, gagal menepati janjinya, dan mencemarkan nama baik korban dengan pernyataan yang tidak sesuai fakta.
Lebih jauh, 143 Entertainment menolak tuduhan tersebut sebagai tidak berdasar dan mengeluarkan korban, dari grupnya tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Akibat tindakan dan perkataan Lee Yong Hak yang menyalahkan korban, korban dan orang tuanya telah mengalami penderitaan yang luar biasa selama enam bulan terakhir.
Meskipun korban ingin melanjutkan aktivitasnya, kariernya terpaksa diakhiri oleh keputusan sepihak 143 Entertainment untuk mengeluarkannya.
Tindakan agensi yang tidak masuk akal dan tidak adil itu menyebabkan kerugian yang signifikan bagi korban.
Sehingga mustahil untuk mempertahankan kontrak eksklusif, namun 143 Entertainment kini berusaha mengklaim bahwa kesalahan ada pada korban."

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
