Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Februari 2025 | 20.12 WIB

PBHI Singgung Nama Iwan Fals Usai Sukatani Band Diduga Diintimidasi

Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel dari Sukatani Band minta maaf atas viralnya lagu Bayar Bayar Bayar. (Instagram @sukatani.band) - Image

Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel dari Sukatani Band minta maaf atas viralnya lagu Bayar Bayar Bayar. (Instagram @sukatani.band)

 
JawaPos.com - Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) menduga, permintaan maaf yang dilakukan dua personel Sukatani Band terjadi karena adanya intimidasi dari anggota kepolisian.
 
Berdasarkan informasi yang didapatkan PBHI, Sukatani Band  sempat menghilang tidak dapat dihubungi oleh manajemennya saat dalam perjalanan dari Bali menuju Banyuwangi usai manggung. 
 
Tak lama kemudian, secara mengejutkan, tiba-tiba dua anggota Sukatani Band yaitu Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel meminta maaf kepada Kapolri dan institusi kepolisian menyusul viralnya lagu  Bayar Bayar Bayar.
 
 
PBHI mengatakan, pembatasan dan pembredelan terhadap kebebasan berekspresi atas karya seni merupakan ciri khas dari rezim otoriter Orde Baru. Karena pada masa itu, seniman dan karya seni yang mengkritik pemerintah, dipastikan dibredel atau dikriminalisasi. Tak hanya itu, penerbitan dan publikasinya dilarang serta dimusnahkan. 
 
"Sebut saja ada nama Iwan Fals (yang dibredel pada rezim Orba) ," tutur Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia, Julius Ibrani, dalam keterangan tertulisnya.
 
Menurut PBHI, tindakan represif yang dilakukan secara senyap dan tersembunyi terhadap Sukatani Band merupakan tindakan pengulangan yang dulu pernah dilakukan oleh rezim Orde Baru.
 
 
PBHI menyebut, tindakan represif terhadap Sukatani Band merupakan tindakan pelanggaran hukum dan termasuk bagian dari pelanggaran  HAM. 
 
"Ini bukan kali ini saja terjadi. Penghujung Desember 2024 lalu, Galeri Nasional Indonesia membredel lukisan Yos Suprapto yang bertajuk 'Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan' yang telah diriset belasan tahun dengan dalih tidak relevan," ungkapnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore