Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Juni 2024 | 02.20 WIB

Gerakan Boikot Merambah Idol Korea, Agensi Besar HYBE dan SM Entertainment Kena Getahnya

HYBE Entertainment adalah salah satu dari perusahaan yang terkena gelombang boikot. Hal ini dikarenakan HYBE secara jelas mempekerjakan Scooter Braun sebagai CEO HYBE di Amerika Serikat.

JawaPos.com - Gerakan boikot terkait genosida di palestina ramai diserukan oleh pengguna internet internasional. Boikot ini ditujukan kepada perusahaan atau orang yang terafiliasi dengan zionisme, paham yang melatarbelakangi genosida yang sedang terjadi.

Boikot ini dilakukan secara masif dan terstruktur. Misalnya boikot terhadap produk Starbucks dan McDonalds bahkan KFC juuga dilakukan dengan tidak membeli makanan di gerai makanan tersebut.

Tidak hanya perusahaan, masyakarat juga ramai melakukan boikot terhadap artis-artis besar yang berpaham zionis atau terafiliasi dengan para zionis. Boikot yang dilakukan terhadap artis atau figur besar adalah dengan tidak menggunakan produk, tidak mendengarkan lagu dan menonton filmnya di bioskop.

Tak terkecuali idol korea, kini industri musik Korea Selatan juga terkena gelombang boikot yang sama. Darimana awal mulanya? Agensi manakah yang terkena? Berikut penulis bahas tuntas terkait gelombang boikot di industri idol korea.

Di Korea Selatan sendiri, sudah banyak demo ataupun berita yang menggaungkan terkait genosida di Palestina. Akan tetapi berbeda dengan industri hiburan di Amerika atau di Inggris, jumlah artis ataupun figur yang mengangkat isu tersebut sangat sedikit.

Tidak jarang, ada beberapa artis ataupun figur besar yang menganut zionisme secara terang-terangan. Hal ini memicu kemarahan dan gerakan boikot kepada perusahaan-perusahaan hiburan besar di Korea Selatan.

Perusahaan HYBE Entertainment adalah salah satu dari perusahaan yang terkena gelombang boikot. Hal ini dikarenakan HYBE secara jelas mempekerjakan Scooter Braun sebagai CEO HYBE di Amerika Serikat.

Scooter Braun diketahui sejak lama menganut paham zionisme secara terbuka. Para fans yang mengetahui ini kemudian berkomunikasi dengan HYBE untuk melengserkan Braun dari jabatannya.

Terdapat tagar “ #HYBEDivestFromZionism” dan “ #하이브는시오니스트를퇴출하라” yang dicuitkan secara massal oleh para fans di media sosial X. Dalam cuitan yang ada, para fans tersebut menuliskan permintaan untuk menghilangkan Scooter Braun dari HYBE Entertainment. 

Disisi lain, perusahaan hiburan besar di Korea Selatan yakni SM Entertainment juga terkena gelombang boikot oleh para fans idol korea. Awal mula boikot ini dipicu oleh kerjasama antara Starbucks Korea dengan NCT, salah satu artis dibawah naungan SM Entertainment.

Diluncurkan pada 30 Mei 2024, kerjasama tersebut berupa kerjasama brand dimana Starbucks meluncurkan berbagai merchandise bertemakan NCT. Terdapat juga tulisan tangan member yang bertuliskan ‘I Love Starbucks’ di salah satu kampanyenya. 

Starbucks diketahui sebagai salah satu target BDS Movement di seluruh dunia. BDS Movement atau Boycott, Divestment and Sanctions Movements adalah gerakan untuk melawan segala sesuatu hal yang berkaitan dengan Israel.

Dengan adanya kerjasama tersebut, para fans NCT yang marah dan merasa kecewa juga berusaha berkomunikasi dengan agensi. Ribuan cuitan di media sosial X berusaha menaikkan hashtag tertentu untuk trending dan dilihat oleh perusahaan.

Hashtag yang digunakan adalah “#시즈니와함께_보이콧하자” dan “#SM_BOYCOTT_GENOCIDE”. Sama dengan gerakan yang dilakukan oleh para fans HYBE Entertainment, penggunaan hashtag dalam bahasa korea ditujukan agar jajaran pejabat perusahaan di Korea Selatan dapat melihat dan mempertimbangkan lebih lanjut.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore