
Amanda Manopo./Abdul Rahman
JawaPos.com - Sebelum meninggal dunia Minggu (25/7) kemarin, Henny Manopo, ibunda bintang sinetron Amanda Manopo sempat koma. Dia mengalami koma setelah sekitar 2 hari mendapat perawatan intensif di RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta.
"Karena Covid, terus ada penyakit bawaan diabetes yang mengakibatkan penggumpalan darah di otak sampai koma," tutur Ricco Richardo, manajer Amanda Manopo saat ditemui di bilangan Kemayoran Jakarta tadi malam.
Dia mengatakan, saat masih dirawat di RS Primier Bintaro, ibu Manda masih dalam keadaan sadar. Ia mulai koma setelah dua hari dirawat di RS Mitra Keluarga Kemayoran. Beberapa hari belakangan Amanda Manopo bersama para fansnya kerap mendoakan kesembuhan Henny. Mereka beberapa kali melakukan doa bersama secara virtual.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Ibu Amanda Manopo Isoman 14 Hari di Rumah
"Dari Primier Bintaro ke sini RS Mitra Keluarga masih sadar, masih kita doain bersama," tutur Ricco.
Dia mengetahui cukup banyak tentang sosok Henny Manopo lantaran sering berinteraksi. Ricco menyebut perempuan yang meninggal di usia 57 tahun itu sangat sayang pada keluarga dan anak-anaknya. Henny kerap mengajari mereka untuk tidak lupa akan Tuhan dalam keadaan apapun.
"Mami ngajarin anak-anaknya untuk selalu taat ibadah. Tiap pagi doa, Manda tiap pagi selalu dikasih renungan pagi," ujar Ricco.
Dia juga mengatakan, Henny Manopo selalu meminta bantuan Ricco untuk menjaga dan mengawasi Manda. Ibunda khawatir Manda tergelincir ke jalan yang salah mengingat usianya masih muda 20-an tahun.
"Mami tiap kali telepon ke aku, tolong jagain Manda ya. Dia masih kecil kadang ngomong kasar, tapi hatinya dia baik," katanya menirukan perkataan Henny.
Ricco menambahkan, Amanda Manopo kini telah berhasil membeli rumah baru atas saran Henny. Sang manajer ikut membantu proses pembelian rumah itu atas permintaan Henny. Sayangnya, begitu rumah tersebut sudah ada, ia malah meninggal dunia.
"Mohon doanya buat Mami. Buat fans Manda, semuanya terima kasih yang telah mendoakan. Kami dari manajemen Amanda mengucapkan terima kasih," katanya.
Henny Manopo diketahui sempat menjalani isoman di rumah usai terpapar Covid-19. Isoman dilakukan Henny dan keluarga yang juga ikut tertular selama sekitar 14 hari. Pada malam tanggal 20 Juli lalu, Henny merasakan sesak napas dan sempat dibantu dengan tabung oksigen. Keesokan harinya, tangannya malah tidak bisa digerakin. Ia mengalami stroke.
Henny Manopo sempat dirawat di RS Primier Bintaro. Tidak lama kemudian ia dibawa ke RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta karena di sana tersedia ruang ICU dan ventilator.
Minggu (25/7) sore sekitar pukul 16.00 WIB, ibu Amanfa Manopo menghembuskan napas terakhir. Jenazahnya dimakamkan siang ini di Sandiego Hill Karawang Jawa Barat.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
