Film Dusun Mayit turut meramaikan layar bioskop Tanah Air di pengujung 2025 dibintangi Amanda Manopo. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com–Film Dusun Mayit turut meramaikan layar bioskop Tanah Air di pengujung 2025. Proyek garapan Rizal Mantovani tersebut mengisahkan tentang perjalanan empat anak muda mendaki Gunung Welirang, Jawa Timur.
Mereka adalah Yuni (Amanda Manopo), Aryo (Fahad Haydra), Nita (Ersya Aurelia), dan Raka (Randy Martin). Namun, petualangan yang semestinya jadi momen healing mereka berubah menjadi mencekam.
Di pertengahan jalan menuju tempat camp, Nita menemukan sesajen yang membuatnya kerasukan. Sejak saat itu, mereka mengalami banyak kejadian-kejadian janggal di luar nalar.
Bahkan, sampai tersesat ke sebuah desa gaib yang merupakan gerbang antar dimensi dan menuntut tumbal. Selama mencari jalan pulang, Yuni dan kawan-kawan kerap dihadapkan dengan penampakan hingga teror supranatural.
Setelah melalui berbagai peristiwa, mereka mengetahui bahwa makhluk tersebut mengincar Nita untuk dijadikan tumbal. Perjalanan yang semula dipenuhi sengan canda dan tawa berubah menjadi tangis, sakit hingga kehilangan.
Film Dusun Mayit diadaptasi dari kisah nyata yang viral di media sosial milik Jeropoint. Meski mengusung genre horor, film tersebut juga dibumbui dengan drama yang kental dengan makna persahabatan.
Amanda menceritakan, beratnya perjuangan memerankan karakter Yuni. Banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama ketahanan mental dan fisik. Sebab, proses syuting dilakukan di Gunung Welirang asli.
Amanda mengaku tidak pernah mendaki gunung ataupun menginap di tengah hutan selama beberapa hari tanpa sinyal. Menyadari perlu persiapan yang matang, dia menjalani latihan fisik sebelum syuting seperti olahraga rutin. Itu menjadi salah satu tantangan yang dihadapi di proyeksi film kali ini.
”Latihannya aja udah bikin ngos-ngosan, capek banget. Pas syuting ternyata lebih ngos-ngosan lagi,” kata Amanda di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Belum lagi kondisi lapangan seperti medan jalan hingga jam syuting yang terbalik. ”Tidur juga jadi berantakan banget karena dari pagi sampai pagi lagi,” tutur Amanda.
Kendati demikian, keadaan itu menjadi keuntungan tersendiri bagi Amanda. Emosi yang harus ditunjukkan selama menjadi Yuni terasa lebih emosional dan natural.
”Kadang aku sendiri nggak tahu nangisnya seperti apa karena memang capeknya udah sampai di titik itu,” jelas Amanda.
Produser Rocky Soraya menambahkan, alur cerita yang disajikan tidak sepenuhnya diambil dari thread. Pihaknya, juga melakukan riset tambahan untuk menambah kekayaan cerita dan kekuatan karakter.
Mereka sempat melakukan observasi secara langsung, menggali informasi dari para pendaki yang pernah melintas Gunung Welirang.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
