Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Desember 2025 | 13.16 WIB

Film Dusun Mayit: Teror Pendakian di Gunung Welirang yang Diadaptasi dari Kisah Nyata

Film Dusun Mayit turut meramaikan layar bioskop Tanah Air di pengujung 2025 dibintangi Amanda Manopo. (Shafa Nadia/Jawa Pos)

JawaPos.com–Film Dusun Mayit turut meramaikan layar bioskop Tanah Air di pengujung 2025. Proyek garapan Rizal Mantovani tersebut mengisahkan tentang perjalanan empat anak muda mendaki Gunung Welirang, Jawa Timur.

Mereka adalah Yuni (Amanda Manopo), Aryo (Fahad Haydra), Nita (Ersya Aurelia), dan Raka (Randy Martin). Namun, petualangan yang semestinya jadi momen healing mereka berubah menjadi mencekam.

Di pertengahan jalan menuju tempat camp, Nita menemukan sesajen yang membuatnya kerasukan. Sejak saat itu, mereka mengalami banyak kejadian-kejadian janggal di luar nalar.

Bahkan, sampai tersesat ke sebuah desa gaib yang merupakan gerbang antar dimensi dan menuntut tumbal. Selama mencari jalan pulang, Yuni dan kawan-kawan kerap dihadapkan dengan penampakan hingga teror supranatural.

Setelah melalui berbagai peristiwa, mereka mengetahui bahwa makhluk tersebut mengincar Nita untuk dijadikan tumbal. Perjalanan yang semula dipenuhi sengan canda dan tawa berubah menjadi tangis, sakit hingga kehilangan.

Film Dusun Mayit diadaptasi dari kisah nyata yang viral di media sosial milik Jeropoint. Meski mengusung genre horor, film tersebut juga dibumbui dengan drama yang kental dengan makna persahabatan.

Amanda menceritakan, beratnya perjuangan memerankan karakter Yuni. Banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama ketahanan mental dan fisik. Sebab, proses syuting dilakukan di Gunung Welirang asli.

Amanda mengaku tidak pernah mendaki gunung ataupun menginap di tengah hutan selama beberapa hari tanpa sinyal. Menyadari perlu persiapan yang matang, dia menjalani latihan fisik sebelum syuting seperti olahraga rutin. Itu menjadi salah satu tantangan yang dihadapi di proyeksi film kali ini.

”Latihannya aja udah bikin ngos-ngosan, capek banget. Pas syuting ternyata lebih ngos-ngosan lagi,” kata Amanda di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Belum lagi kondisi lapangan seperti medan jalan hingga jam syuting yang terbalik. ”Tidur juga jadi berantakan banget karena dari pagi sampai pagi lagi,” tutur Amanda.

Kendati demikian, keadaan itu menjadi keuntungan tersendiri bagi Amanda. Emosi yang harus ditunjukkan selama menjadi Yuni terasa lebih emosional dan natural.

”Kadang aku sendiri nggak tahu nangisnya seperti apa karena memang capeknya udah sampai di titik itu,” jelas Amanda.

Produser Rocky Soraya menambahkan, alur cerita yang disajikan tidak sepenuhnya diambil dari thread. Pihaknya, juga melakukan riset tambahan untuk menambah kekayaan cerita dan kekuatan karakter.

Mereka sempat melakukan observasi secara langsung, menggali informasi dari para pendaki yang pernah melintas Gunung Welirang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore