
Artis Scarlett Johansson/ Sumber: Mike Blake/REUTERS/ANTARA
JawaPos.com - Scarlett Johansson memutuskan untuk mengambil tindakan hukum terhadap aplikasi artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan), yang tanpa izin menggunakan nama dan wajahnya dalam iklan online.
Seperti dilansir Antara melalui laman Variety, Rabu (1/11), Scarlett Johansson menemukan dirinya muncul dalam sebuah iklan berdurasi 22 detik yang diunggah di X/Twitter oleh aplikasi kecerdasan buatan bernama Lisa AI: 90s Yearbook & Avatar.
Iklan ini muncul pada tanggal 28 Oktober dan sepertinya telah dihapus dari internet.
Perwakilan Scarlett Johansson memastikan bahwa aktris tersebut bukan juru bicara aplikasi tersebut, dan pengacaranya Kevin Yorn telah mengambil tindakan hukum terkait situasi ini.
“Kami tidak menganggap enteng hal-hal ini. Sesuai dengan tindakan yang biasa kami lakukan dalam situasi ini, kami akan menanganinya dengan semua upaya hukum yang kami miliki,” kata Yorn mengenai kasus Scarlett Johansson.
Dalam iklan tersebut, Scarlett Johansson pertama-tama muncul dalam video lama di balik layar pembuatan film "Black Widow" dari Marvel.
Lalu, Johansson berkata, "Apa kabar teman-teman? Ini Scarlett dan aku ingin kamu ikut denganku..." sebelum gambar menutupi mulutnya dan layar berubah menjadi gambar buatan AI yang menyerupai aktris tersebut.
Suara palsu yang meniru Johansson kemudian terus berbicara dan mempromosikan aplikasi kecerdasan buatan/AI.
“Ini tidak terbatas pada avatar saja. Anda juga dapat membuat gambar dengan teks dan bahkan video AI Anda. Saya pikir Anda tidak boleh melewatkannya,” kata suara yang terdengar seperti Scarlett Johansson.
Namun, dalam tulisan kecil di bawah iklan tersebut disebutkan bahwa gambar itu diproduksi oleh Lisa AI dan tidak ada hubungan dengan orang yang ada dalam iklan.
Aplikasi Lisa AI, yang dikembangkan oleh Convert Software, masih tersedia di App Store dan Google Play. Namun, pembuat aplikasi ini belum memberikan komentar terkait kasus ini.
Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, Tom Hanks juga pernah mengalami situasi serupa di mana namanya dan citranya digunakan tanpa izin untuk tujuan periklanan perawatan gigi.
Perihal hak privasi selebriti, banyak negara bagian di Amerika Serikat memiliki undang-undang yang ketat, seperti di California yang melarang penggunaan "nama, suara, tanda tangan, foto, atau sejenisnya" untuk kepentingan periklanan tanpa izin.
Hal ini menjadi perdebatan serius tentang bagaimana teknologi AI harus diatur dalam konteks iklan dan privasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
