Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 17.16 WIB

Seperti Perang, Coldplay dan Mantan Manajer Saling Tuntut Hingga Mencapai Jutaan Dolar

Chris Martin dari Coldplay di konser di Coimbra di Portugal tahun ini, band ini mengklaim mantan manajer mereka gagal mengendalikan anggaran tur mereka. Sumber Foto: Paulo Novais/EPA - Image

Chris Martin dari Coldplay di konser di Coimbra di Portugal tahun ini, band ini mengklaim mantan manajer mereka gagal mengendalikan anggaran tur mereka. Sumber Foto: Paulo Novais/EPA

JawaPos.com - Salah satu band bergenre rock Coldplay sedang terlibat dalam perselisihan hukum dengan mantan manajer mereka.

Mereka, kedua belah saling pihak mengajukan klaim yang bersaing di pengadilan tinggi untuk meminta jutaan pound dari satu sama lain.

Dilansir dari The Guardian, Dave Holmes, yang mengelola Coldplay dari tahun 2005 hingga 2022, menggugat grup tersebut pada bulan Agustus sebesar £10 juta “komisi yang belum dibayar” yang menurutnya merupakan hutangnya.

Ia mengatakan uang itu berkaitan dengan dua album yang belum dirilis, yang menurutnya dia kerjakan bersama grup tersebut.

Namun dalam gugatan baru, band ini menolak klaim Holmes dan meminta ganti rugi sebesar £14 juta karena mantan manajer mereka membiarkan biaya tur membengkak.

Selain itu, band ini menuduh bahwa dia menggunakan hubungannya dengan grup untuk mendapatkan pinjaman sebesar $30 juta (£ 24,6m) dari promotor konser Live Nation.

“Sejauh pengetahuan kami, Mr Holmes menggunakan uang yang diperoleh dari perjanjian pinjaman untuk mendanai usaha pengembangan properti di atau sekitar Vancouver, Kanada,” tuduhan band tersebut dalam dokumen pengadilan yang dilihat oleh Times.

“Dapat disimpulkan, bahwa Mr Holmes hanya mampu memperoleh pinjaman sebesar $30 juta dengan tingkat bunga tetap tahunan sebesar 2,72% dari Live Nation berdasarkan posisinya sebagai manajer Coldplay,” lanjut klaim tersebut.

Dokumen pengadilan juga menuduh Holmes gagal mengawasi dan mengendalikan anggaran tur secara memadai.

Ssebuah surat kabar tersebut menyatakan bahwa peralatan mahal dipesan atau dibeli namun tidak sesuai dengan tujuannya.

Barang tersebut termasuk layar video senilai $9,7 juta yang sangat besar sehingga tidak dapat dibawa dalam tur serta 16 tiang panggung yang dipesan khusus seharga €10,6 juta (£9 juta) dan ternyata tidak dapat digunakan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore