
Tulus di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (19/10).
JawaPos.com - Tulus adalah salah satu seniman yang sangat peduli pada hewan gajah. Pada malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2015, dia mendapat penghargaan untuk Karya Album Terbaik lewat albumnya berjudul Gajah. Namun di saat bersamaan, pria asal Bukittinggi itu justru mendengar kabar buruk bahwa Yongki, gajah yang membantunya dalam video klip ternyata meninggal. Nahasnya lagi, tewasanya hewan jantan itu karena dibunuh dan diambil gadingnya.
Berita duka itu lantas membuat Tulus berinisiatif untuk bekerjasama dengan organisasi WWF Indonesia. Sebagai kontribusinya, dia membentuk kampanye #JanganBunuhGajah pada 2016 untuk menjaga konservasi gajah.
Tidak berhenti di situ, pelantun Monokrom tersebut kembali melanjutkan niat mulianya. Tulus pada tahun ini mengembangkan kampanyenya menjadi #TemanGajah. Di sini dia berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjalankannya.
"Saya ingin melakukan sesuatu kontribusi, untuk membantu keberadaan gajah karena Gajah Sumatera lagi kritis," kata Tulus di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (19/10).
Kampanye #TemanGajah masih memiliki fokus yang sama, yakni mengajak masyarakat menjaga kehidupan gajah. Kegiatan itu menyusul kondisi Gajah Sumatera yang memprihatinkan dan menjadi daftar merah The International Union For Conservation of Nature (IUCN) sebagai spesies kritis. Untuk menyelamatkan gajah tersisa dan memantau keberadaan kelompoknya, WWF Indonesia membutuhkan 20 buah kalung satelit GPS yang dipasang ke 20 kelompok gajah.
"Dengan adanya ini bisa mengurangi ancaman yang membahayakan gajah. Semoga masyarakat lebih sadar kondisi gajah saat ini dan mari bersama menyelamatkannya," jelasnya.
"Kampanye lebih besar, target penggalangan dana lewat Kita Bisa mencapai Rp 500 juta untuk kalung tersebut," sambung Ririe dari Tulus Company.
Kampanye #TemanGajah dimulai pada 19 Oktober 2017 hingga tiga bulan mendatang. Selain penggalangan dana untuk 20 buah kalung satelit GPS, kegiatan ini juga melibatkan anak sekolah dasar untuk memberikan edukasi sejak dini soal pelestarian lingkungan dan makhluk hidup.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
