
Ilustrasi gempa bumi. Dok. JawaPos
JawaPos.com – Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim) Minggu (15/9) malam. Tepatnya di 147 km tenggara Berau. Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa terasa hingga Tarakan dan Bulungan. Bahkan, ada laporan sampai Ibu Kota Nusantara (IKN). Hingga kemarin (16/9) terjadi 18 gempa susulan.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menuturkan, gempa bumi tektonik terjadi pukul 20.08 di wilayah Batu Putih, Berau, Kalimantan Timur. ”Episentrum terletak pada koordinat 1,30° LU; 118,46° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 147 km Tenggara Berau, Kalimantan Timur, pada kedalaman 11 km,’’ paparnya.
Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal. Diduga terjadi akibat aktivitas sesar Mangkalihat. ”Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,’’ ujar Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Gempa bumi itu berdampak dan dirasakan di daerah Berau, Tanjung Redep, Teluk Bayur , Tanjung Selor, Tarakan, Bulungan dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada siang dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. ”Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,’’ urainya.
Bahkan, terdapat laporan di IKN gempa terasa II MMI. Namun, Daryono tidak menanggapi konfirmasi laporan bahwa gempa terasa hingga IKN. ”Yang pasti, pandangan bahwa Kalimantan bebas gempa bumi itu sangat salah dan harus dihapus permanen,’’ terangnya.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa seluruh provinsi di Kalimantan pernah terjadi gempa. Sebagian besar kejadian di Pulau Borneo itu memiliki kekuatan relatif kecil meski ada beberapa yang signifikan dan merusak.
Daryono menambahkan, gempa Berau, Kaltim, dengan magnitudo 5,5 pada Minggu (15/9) malam diikuti 18 kali gempa susulan hingga pukul 07.00. ”Semoga kondisi tektonik segera stabil dan aman kembali,” ucapnya.
Kaltim pernah mengalami gempa yang kuat pada 14 Mei 1921. Skala intensitas maksimum VII MMI atau kerusakan berat. Gempa yang dipicu sesar Sangkulirang atau Sangkulirang fault zone itu memicu tsunami. (idr/c6/dio)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
