
Ridwan Kamil.
JawaPos.com - Selain dikenal sebagai politikus dan mantan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga adalah seorang profesional di bidang arsitektur. Semenjak jabatannya di Jawa Barat selesai, mantan wali Kota Bandung itu mendapat tugas baru sebagai kurator Ibu Kota Nusantara (IKN).
Nah, Ridwan Kamil menjelaskan soal seperti apa arah pembangunan IKN ke depan. Menurut dia, pembangunan IKN merupakan sebuah keputusan sejarah yang sudah diambil oleh negara. Oleh sebab itu, IKN harus menjadi kota yang ramai.
IKN harus menjadi kota yang tak hanya menjadi pusat pemerintahan, sehingga porsi penduduk non Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) harus mendominasi. Jika hanya pusat pemerintahan, maka kotanya hanya diisi oleh kantor-kantor pemerintah.
"IKN ini pusat pemerintahan atau kota. Kalau pusat pemerintahan itu cuma kumpulan kantor-kantor pemerintah," kata Ridwan Kamil yang dikutip dari Instagram pribadinya, Minggu (3/3). Dia mencontohkan Putra Jaya di Malaysia. Ke depan, IKN harus jadi kota, pusat pemerintahan ada orang-orang non PNS harus mendominasi.
Sebagai informasi, sejak lengser sebagai Gubernur Jawa Bara, RK secara resmi diangkat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kurator IKN. Sehingga dia memperoleh mandat untuk melakukan evaluasi seluruh proses pembangunan infrastruktur dan bangunan-bangunan lain yang ada di IKN.
RK menyebut IKN harus bisa seperti Washington DC di Amerika Serikat (AS). Bukan seperti Canberra yang dianggap gagal karena menjadi ibu kota pemerintahan yang sepi. Kondisi Canberra wilayah geografisnya yang terlalu luas hingga jumlah penduduk yang minim.
"The best capital in the world yang didesain dari nol adalah Washington DC. Sisanya rada gagal. Kegedean, kekurangan orang. Di Australia itu Canberra orangnya sedikit, bakda magrib sepi. Saya bilang nggak boleh IKN seperti itu. IKN kita harus tetap ramai," imbuhnya.
Oleh karena itu, pemerintah RI menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti fasilitas kesehatan, mal, olahraga, pendidikan, hiburan, dan lainnya. Terlebih, seluruhnya merupakan syarat untuk membuat kota jadi hidup sehingga memiliki fungsi campuran.
Dia juga memastikan bahwa desain IKN hanya akan dibuat seluas Kota Bandung. Diproyeksi IKN hanya akan menampung sekitar 2-3 juta penduduk.
"Berikutnya IKN harus ada batas yang memadai. Saya bilang jangan kegedean, makanya IKN itu segede kota Bandung lahannya. Sebelumnya ngapain gede-gede, cukup. Didesain mungkin buat 2-3 juta penduduk saja," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
