
Titik Nol di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (18/6/2022). (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)
JawaPos.com–Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bakal menggunakan konsep smart city forest atau kota di dalam kawasan hutan. Sekitar 75 persen wilayah menjadi kawasan hijau dan menggunakan konstruksi ramah lingkungan untuk setiap bangunan.
Tenaga Ahli Utama KSP Rwanda Wandy menyatakan, implementasi yang dilakukan dapat dilihat dari fasilitas konektivitas yang melindungi habitat satwa, penghijauan di jalan nasional, penggunaan tenaga surya, efisiensi energi pada bangunan. Selain itu, modernisasi tempat pembuangan akhir (TPA) dengan menggunakan teknologi flaring.
”Pembangunan IKN di Kalimantan Timur dimulai pada 2022, dengan proses pemindahan melalui berbagai tahap meliputi pembangunan infrastruktur dan bangunan inti dalam skala penuh hingga membangun ekosistem,” terang Tenaga Ahli Utama KSP Rwanda Wandy seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, pemindahan ibu kota dilakukan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya alasan ekonomi untuk mendorong pemerataan di luar wilayah Jawa. Gagasan dalam perpindahan IKN itu untuk mengatasi ketimpangan antara Jawa dan luar Pulau Jawa dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Rwanda menjelaskan, keputusan pemindahan IKN juga untuk mengurangi beban Jawa agar tidak dominan terhadap PDB nasional atau Jawa sentris. Sehingga, pembangunan tersebut menciptakan episentrum baru di Kalimantan serta pulau-pulau lain.
”Secara geografis perpindahan IKN ke Kalimantan Timur, yang berada di tengah-tengah wilayah Indonesia, bisa mendekatkan ibu kota dengan pulau-pulau lain, sehingga akses akan lebih mudah untuk mendorong perdagangan antar wilayah,” papar Rwanda Wandy.
Selain mengatasi ketimpangan ekonomi, IKN ini juga merupakan komitmen Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global. Untuk itu, konsep smart forest city menjadi pilihan, yaitu kota masa depan yang berkelanjutan memprioritaskan green economy atau ekonomi hijau, sebagai pemulihan lingkungan hidup.
Menurut Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), ekonomi hijau merupakan suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat. Sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.
”Ekonomi Hijau ini dapat juga diartikan perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbondioksida atau polusi terhadap lingkungan, serta hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial,” terang Rwanda Wandy.
Perbedaan ekonomi hijau dibanding gagasan ekonomi lainnya adalah penilaian langsung kepada modal alami dan jasa ekologis sebagai nilai ekonomi dan akuntansi biaya dengan biaya yang diwujudkan ke masyarakat dapat ditelusuri kembali dan dihitung sebagai kewajiban, kesatuan yang tidak membahayakan atau mengabaikan aset. Oleh karena itu, IKN akan menjadi showcase atau etalase kota modern yang berkelanjutan dan menjadi percontohan untuk kota-kota lain, sehingga nanti lebih mudah menarik banyak investor yang masuk ke IKN Nusantara.
Dalam pembangunan awal, peletakan batu pertama IKN rencananya dilakukan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Presiden mengatakan, pemerintah akan fokus dalam pembangunan ekonomi hijau untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mendorong pentingnya enviromental social dan governance dalam berbagai aktivitas ekonomi.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
