Jumat, 2 Juni 2023

Gubernur Lemhannas Sebut Perang Hegemoni Jadi Ancaman Pertahanan IKN

- Jumat, 26 Mei 2023 | 17:05 WIB
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Andi Widjajanto.  (Tangkapan layar YouTube Lemhannas RI/Antara)
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Andi Widjajanto. (Tangkapan layar YouTube Lemhannas RI/Antara)

JawaPos.com–Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto memprediksi perang antarnegara adidaya (hegemonic war) menjadi salah satu ancaman bagi pertahanan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Saat resmi berdiri nanti, IKN Nusantara menjadi pusat pertahanan (center of gravity) Indonesia.

Andi Widjajanto menjelaskan, ancaman perang terbuka tidak datang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Australia. Tetapi justru dari dampak konflik dua negara adidaya yang saat ini pengaruhnya dapat ditemukan di berbagai negara di dunia. Misalnya, seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

”Dalam 5 sampai 10 tahun lagi, kalau memikirkan mempertahankan IKN, konteksnya perang hegemoni. Itu konteksnya bukan Tiongkok menyerang Indonesia, bukan Amerika Serikat menyerang Indonesia, bukan Malaysia menyerang Indonesia, melainkan saat kita berusaha mempertahankan IKN, konteksnya ada pertarungan di global, pertarungan geopolitik besar Amerika Serikat versus Tiongkok,” kata Andi Widjajanto seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: PUPR Optimistis Istana Presiden IKN Bisa Dipakai Upacara HUT RI 2024

Andi menjelaskan, IKN dan wilayah lain di Indonesia kemungkinan tidak menjadi sasaran utama serangan. Tetapi Indonesia menjadi titik yang dilintasi atau dilewati untuk memobilisasi serangan.

”Indonesia bukan menjadi mandala utama. Melainkan dari Darwin, dari Adelaide menuju ke mandala utamanya pasti lewat ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II. Pasti, harus melakukan itu,” kata Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto.

Daerah perairan ALKI II yang membentang dari Selat Lombok, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi, kata dia, merupakan daerah pelayaran terbuka yang dekat dengan IKN. Oleh karena itu, dalam kajian awal mengenai pertahanan IKN, dia menyampaikan, ada beberapa skenario pertahanan yang dapat dipersiapkan.

Baca Juga: Luhut Pimpin Satuan Tugas Percepatan Investasi di IKN

”Di antaranya menerapkan delapan protokol A2/AD (anti-akses/penangkalan wilayah). Strategi pertahanan A2/AD saat ini juga telah diatur dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhaneg),” papar Andi Widjajanto.

”Kita bisa menggelar A2/AD (anti access area denial), anti akses/penangkalan wilayah. Katakanlah kita bisa menggelar delapan protokol A2/AD, mulai dari pertahanan berlapis, pengawasan laut-udara, yang paling susah nanti zona larangan terbang, zona eksklusi maritim sebagai bagian dari ADIZ (zona identifikasi pertahanan udara),” terang Andi Widjajanto.

Dalam paparan Andi, yang mengutip hasil kajian Lab 45 pada 2022, delapan protokol A2/AD yang dapat digelar di IKN, yaitu pertahanan berlapis, pengawasan laut dan udara, gelar tindakan balasan, penetapan zona larangan terbang, zona eksklusi maritim, pertahanan siber, pemutusan komunikasi, dan diplomasi. Lab 45 merupakan lembaga kajian yang berkonsentrasi membuat analisis dan riset mengenai dinamika geopolitik berikut dampak-dampaknya terhadap kemajuan dan stabilitas di Indonesia. Andi Widjajanto merupakan salah satu penasihat senior Lab 45.

Baca Juga: KSOP Balikpapan Terbitkan 15 Izin Pemanfaatan Garis Pantai untuk IKN Nusantara

”Hal-hal ini saya ungkapkan sebagai titik awal dari kajian kita memperkuat pertahanan Nusantara, tetapi tesis utama yang saya sampaikan membangun pertahanan Nusantara,” ujar Andi Widjajanto.

”Jadi, bukan sekadar membangun Ibu Kota Nusantara, melainkan memikirkan bagaimana pertarungan negara (pemegang) hegemoni, terutama Amerika Serikat, Tiongkok, yang nanti menjadikan Indonesia, Nusantara sebagai salah satu titik yang harus mereka dapatkan untuk memastikan kemenangan dalam pertarungan mereka,” tambah dia.

Halaman:

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pohon Hayat Jadi Lambang Ibu Kota Baru

Rabu, 31 Mei 2023 | 14:48 WIB

244 Investor Tertarik Berinvestasi di IKN

Rabu, 24 Mei 2023 | 12:43 WIB
X