Kawasan Kompleks Istana Kepresidenan IKN merupakan area yang termasuk dalam Zona 1A../JawaPos.com
JawaPos.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dilakukan secara bertahap hingga 2045. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN.
Untuk tahap pertama, pembangunan IKN ditargetkan selesai pada tahun 2024. Di antaranya dengan membangun Infrastuktur dasar yang utama selesai dibangun dan beroperasi. Meliputi, infrastruktur penyediaan air minum, ketenagalistrikan, TIK, pengelolaan persampahan, dan air limbah untuk penduduk pionir.
Kemudian, membangun sarana utama, seperti Istana Kepresidenan, perkantoran, dan perumahan di KIPP. Lalu, melakukan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahap awal termasuk dengan TNI dan Polri, serta menginisiasi sektor-sektor ekonomi prioritas.
Tahap kedua
Tahap kedua dimulai pada tahun 2025 hingga 2029 alias sepanjang masa pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Di tahap ini, pemerintah menargetkan bisa membangun IKN sebagai area inti yang tangguh.
Di mana ditargetkan IKN bisa seluruh fasilitas transportasi umum baik primer maupun sekunder sudah dapat digunakan. Lalu, perluasan kawasan
permukiman ASN dan TNI/Polri dan perkantoran pemerintahan pusat.
Tak hanya itu, pada tahap ini pula ditargetkan proses pemindahan ASN dapat diselesaikan. Kemudian, di IKN sudah bisa menjadi tempat pengembangan riset dan talenta serta universitas unggulan. Bahkan, pada tahap ini pula dipastikan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar tetap berlanjut.
Tahap ketiga
Dalam tahap ketiga yang dimulai pada tahun 2030 hingga 2034 ini, pemerintah komitmen untuk melanjutkan pembangunan IKN dengan lebih progresif. Di mana nantinya, pengembangan utilitas terintegrasi dan hadirnya Kereta Api (KA) akses Bandara Balikpapan menuju KIPP.
Jika pemindahan ASN ditargetkan selesai hingga tahun 2029, maka pada tahun 2030 hingga 2034 pemindahan personel TNI/Polri bisa berlanjut dan selesai. Selain itu, pada tahap ini pengembangan kawasan industri dan sektor lain akan dicanangkan dalam klaster ekonomi superhub.
Kemudian, IKN akan menjalankan penguatan kota cerdas, utamanya sebagai pusat digital serta pusat pendidikan Abad ke-21. Sejalan dengan itu, peningkatan investasi dan kapasitas produksi pun akan terus digenjot di dalam klaster ekonomi.
Tahap keempat
Pada tahap keempat yang dimulai pada tahun 2035-2039, Pemerintah akan membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota untuk percepatan pembangunan Kalimantan. Utamanya akan berfokus pada perkembangan pesat di bidang pendidikan dan kesehatan sebagai motor penggerak sektor ekonomi.
Lalu, penguatan ketahanan sosial-budaya masyarakat serta peningkatan kapasitas lembaga pendidikan dan riset. Lalu penambahan kapasitas infrastruktur dasar seiring peningkatan jumlah populasi. Serta peningkatan dan diversifikasi klaster ekonomi dan infrastruktur pemampu di daerah mitra.
Tahap kelima
Tahap kelima ini menjadi tahapan terakhir pembangunan IKN. Dimulai pada tahun 2040-2045, pemerintah akan mengokohkan reputasi sebagai "Kota Dunia untuk Semua".
Hal itu akan dibuktikan dengan pengembangan angkutan massal berbasi jalan dari KA di IKN dan daerah mitra sekitarnya. Kemudian, pemantapan infrastruktur dan utilitas terintegrasi. Lalu, stabilnya pertumbuhan penduduk di IKN.
Pada tahapan ini juga ditargetkan IKN bisa mencapai net zero carbon emission dan 100 persen energi terbarukan. Sejalan dengan itu, pengembangan industri di desain secara berkelanjutan dan ditargetkan IKN dapat menjadi kota terdepan di dunia dalam hal daya saing.