Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas.
JawaPos.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan progres tunjangan pionir PNS yang akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menggodok variabel yang akan masuk dalam tunjangan itu, salah satunya pendidikan. Oleh sebab itu, Anas memastikan bahwa dirinya belum bisa membocorkan besaran dan informasi detail lainnya terkait tunjangan pionir PNS ini.
“Opsi tunjangan ini saya mohon maaf belum bisa bocorkan, karena belum tuntas. Kemarin masih ada opsi-opsi lain, sehingga terkait dengan jumlah tunjangan di eselon 1, eselon 2 kementerian ini belum bisa kami sampaikan,” kata Menteri Anas saat ditemui di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta Selatan, Minggu (26/5).
“Karena masih menunggu ratas khusus membahas terkait ini karena kemarin masih ada beberapa variable yang masih harus dibereskan,” sambungnya.
Dia juga menjelaskan, bahwa telah ada sejumlah opsi yang disiapkan terkait tunjangan pionir ini. Bahkan, sudah dipastikan bahwa tunjangan atau insentif ini akan berada di luar insentif yang telah diterima para PNS sejumlah kementerian di Jakarta.
Lebih lanjut, Anas menyebut, pihaknya masih menunggu rapat terbatas khusus yang akan digelar Presiden Joko Widodo bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
“Kami masih menunggu rapat bersama Oikn dan Pak Presiden terkait insentif yang akan diterima oleh mereka (PNS) yang ke OIKN,” lanjutnya.
Kendati begitu, ia menyebut insentif pendidikan menjadi salah satu variabel yang sedang digodok untuk menjadi komponen tambahan dalam tunjangan pionir tersebut.
Selain itu, Anas juga menyebut bahwa ada beberapa macam insentif yang akan diberikan untuk PNS yang pindah ke IKN. Secara bentuk bahkan seluruhnya tidak hanya berupa uang.
“Karena ada variable lain yang sedang dihitung termasuk insentif berupa pendidikan dan seterusnya masih dihitung supaya lebih cermat,” ujar Anas.
“(Artinya insentif tidak hanya berbentuk nominal uang, tapi bentuk lain?) Ya, ada beberapa macam insentifnya,” tutupnya.
Untuk diketahui, sebelumnya Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas sempat merinci komponen apa saja yang akan masuk dalam tunjangan pionir bagi PNS yang pindah ke IKN pada September 2024 mendatang.
Dalam hal ini, ada tiga biaya yang ditanggung pemerintah dalam hal proses kepindahannya, antara lain biaya penge-pack-an barang, biaya tunggu, dan biaya transportasi. Untuk ketiga hal itu, pemerintah akan menanggung untuk satu ASN, pasangan ASN, dua anak, dan satu asisten rumah tangga (ART).