Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Nanda Prayoga
Selasa, 3 November 2026 | 01.30 WIB

Kementerian Kebudayaan Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Ilustrasi sumpah pemuda. (Pinterest) - Image

Ilustrasi sumpah pemuda. (Pinterest)

JawaPos.com - Kementerian Kebudayaan mengajak generasi muda meneruskan semangat persatuan yang lahir melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Nilai perjuangan para pemuda saat itu dinilai tetap relevan untuk menghadapi berbagai tantangan dan membangun masa depan Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenang para tokoh yang berperan dalam sejarah Sumpah Pemuda sekaligus memberikan penghormatan kepada keluarga dan keturunan mereka.

Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Endah Budi Heryani mengatakan, peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut mengajak anak muda menjaga persatuan melalui kerja sama, kepedulian sosial, dan sikap menghargai perbedaan.

“Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan ini mengajak generasi muda untuk meneruskan nilai-nilai Sumpah Pemuda melalui kolaborasi, kepedulian sosial, dan penghargaan terhadap keberagaman. Semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda pada 1928 perlu terus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia,” kata Endah di Jakarta.

Sejumlah keluarga tokoh sejarah turut diundang dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari keluarga W.R. Soepratman, Rochani Soe’oed, Sie Kong Lian, Mohammad Yamin, Yo Kim Tjan, dan Bahder Djohan.

Dua tokoh yang memiliki kontribusi penting dalam lahirnya Sumpah Pemuda adalah Wage Rudolf (W.R.) Soepratman dan Mohammad Yamin. W.R. Soepratman dikenal sebagai pencipta lagu Indonesia Raya yang pertama kali diperdengarkan kepada peserta Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 melalui permainan biola.

Sebelum diperkenalkan dalam kongres, lagu tersebut direkam di studio milik Yo Kim Tjan dalam bentuk keroncong. Karya itu kemudian dikenal luas sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Sementara itu, Mohammad Yamin merupakan sekretaris panitia Kongres Pemuda II. Dia turut merumuskan naskah keputusan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda serta memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Dalam kegiatan tersebut, inDrive bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dengan menyediakan layanan transportasi mobil untuk membantu mobilitas keluarga dan keturunan para tokoh sejarah. Fasilitas antar-jemput diberikan agar mereka dapat menghadiri rangkaian acara dengan lebih nyaman.

Country Manager inDrive Indonesia Rio Aristo turut hadir dalam acara tersebut untuk menyapa dan berbincang dengan keluarga para tokoh. Rio mengatakan, semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda masih relevan untuk membangun Indonesia saat ini.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore