
Ilustrasi sumpah pemuda. (Pinterest)
JawaPos.com - Kementerian Kebudayaan mengajak generasi muda meneruskan semangat persatuan yang lahir melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Nilai perjuangan para pemuda saat itu dinilai tetap relevan untuk menghadapi berbagai tantangan dan membangun masa depan Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenang para tokoh yang berperan dalam sejarah Sumpah Pemuda sekaligus memberikan penghormatan kepada keluarga dan keturunan mereka.
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Endah Budi Heryani mengatakan, peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut mengajak anak muda menjaga persatuan melalui kerja sama, kepedulian sosial, dan sikap menghargai perbedaan.
“Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan ini mengajak generasi muda untuk meneruskan nilai-nilai Sumpah Pemuda melalui kolaborasi, kepedulian sosial, dan penghargaan terhadap keberagaman. Semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda pada 1928 perlu terus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia,” kata Endah di Jakarta.
Sejumlah keluarga tokoh sejarah turut diundang dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari keluarga W.R. Soepratman, Rochani Soe’oed, Sie Kong Lian, Mohammad Yamin, Yo Kim Tjan, dan Bahder Djohan.
Dua tokoh yang memiliki kontribusi penting dalam lahirnya Sumpah Pemuda adalah Wage Rudolf (W.R.) Soepratman dan Mohammad Yamin. W.R. Soepratman dikenal sebagai pencipta lagu Indonesia Raya yang pertama kali diperdengarkan kepada peserta Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 melalui permainan biola.
Sebelum diperkenalkan dalam kongres, lagu tersebut direkam di studio milik Yo Kim Tjan dalam bentuk keroncong. Karya itu kemudian dikenal luas sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
Sementara itu, Mohammad Yamin merupakan sekretaris panitia Kongres Pemuda II. Dia turut merumuskan naskah keputusan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda serta memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Dalam kegiatan tersebut, inDrive bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dengan menyediakan layanan transportasi mobil untuk membantu mobilitas keluarga dan keturunan para tokoh sejarah. Fasilitas antar-jemput diberikan agar mereka dapat menghadiri rangkaian acara dengan lebih nyaman.
Country Manager inDrive Indonesia Rio Aristo turut hadir dalam acara tersebut untuk menyapa dan berbincang dengan keluarga para tokoh. Rio mengatakan, semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda masih relevan untuk membangun Indonesia saat ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022