
Kisah Dinda dan Farras memperjuangkan mimpi di tengah keterbatasan. (istimewa)
JawaPos.com - Setiap orang memiliki jalan yang berbeda untuk meraih pendidikan tinggi. Ada yang bisa langsung melanjutkan kuliah setelah lulus sekolah, tetapi ada pula yang harus bekerja lebih dahulu, membantu keluarga, atau menghadapi berbagai keterbatasan sebelum akhirnya kembali mengejar pendidikan.
Kisah seperti itu menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa bernama Dinda dan Farras yang menempuh pendidikan di Kalbis University Jakarta dan Horizon University Karawang. Cerita inspiratif 2 mahasiswa yang tetap memilih melangkah meski perjalanan menuju gelar sarjana sungguh tidak mudah.
Dinda, mahasiswa Kelas Karyawan di sebuah perguruan tinggi. Ia pernah menghentikan pendidikan demi membantu ekonomi keluarganya. Keputusan tersebut diambil setelah tidak tega melihat sang ayahanda yang hidup dengan disabilitas, tetap bekerja sebagai pengemudi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Selama sekitar empat tahun, Dinda banting setir memilih bekerja. Namun, keinginan untuk melanjutkan pendidikan tidak pernah benar-benar hilang dalam benaknya.
Kesempatan itu terbuka ketika ia memilih Kelas Karyawan di Kalbis University. Melalui program tersebut, Dinda dapat menjalani perkuliahan di bidang Manajemen Bisnis sambil tetap bekerja penuh waktu di Jakarta.
"Dulu saya berpikir bahwa kuliah dan bekerja tidak mungkin dilakukan secara bersamaan," kenang Dinda.
Kisah serupa juga datang dari Farras, lulusan Keperawatan di universitas yang sama. Ia menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana.
Bagi keluarga Farras, pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan akademik. Sang ibunda, Yayah, melihat perjalanan pendidikan anaknya sebagai bukti bahwa dukungan dan kepercayaan dari lingkungan sekitar dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang dalam meraih cita-cita.
"Terkadang, yang membuat orang tua yakin bukan hanya nama universitasnya, tapi juga orang-orang di baliknya. Mereka yang percaya pada anak saya dan mendampingi setiap langkah perjalanannya," ujar Yayah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022