Ilustrasi Yesus Kristus yang membuat hati dengan tangannya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Satu kata dapat memiliki banyak arti karena berkembangnya peradaban dan manusianya. Kata itu juga dimengerti dengan definisi yang berbeda-beda pula tergantung situasi lingkungan.
Bahkan ada beberapa kata yang tidak diterjemahkan dengan tepat karena keterbatasan kosakata dari satu bahasa ke bahasa lain.
Menurut Perjanjian Lama
Dilansir dari Sweet to the Soul, kata "damai" dalam Alkitab memiliki arti yang sangat berbeda dengan kata "damai" yang kita pahami sekarang.
Di Perjanjian Lama, kata "damai" diperkenalkan dengan kata "shalom", yang berarti "terpenuhi, kebaikan, dan kesejahteraan." Keterbalikan dari bahaya akan tubuh dan spiritual manusia. Namun, "damai" juga dikaitkan dengan kebenaran.
Dilansir dari Catholic, dalam Perjanjian Lama, kata "shalom" sering digunakan sebagai kesejahteraan (Kej 15:15, Mzm 4:8), keamanan dan sukses (2 Sam 11:7; 18:28), harmoni dalam pertemanan dan keluarga (Za 6:13), bahkan harmoni antar negara (1 Raj 4:24;5:12).
Orang-orang yang berbahasa Ibrani juga menggunakan "shalom" sebagai sapaan dan penyebaran berkat kepada orang lain.
Dilansir dari Bible Study Tools, dalam Hak 6:24, dijelaskan bahwa Tuhan adalah sumber kedamaian. Allah pertama datang kepada orang Yahudi, lalu kepada orang-orang bukan Yahudi agar terjalin hubungan antara mereka. Ia menetapkan perjanjian damai dengan mereka, yang dimeteraikan dengan kehadiran-Nya.
Kedamaian dari musuh-musuh, yang menyiratkan kemakmuran, adalah keinginan besar satu bangsa dan merupakan karunia dari Tuhan bagi umat-Nya jika mereka berjalan di jalan-Nya (Im 26:6; Bil 6:26).
Lalu ketika Kitab Perjanjian Lama mulai diterjemahkan ke bahasa Yunani, sekitar pada masa Alexander Agung (323 SM). Dalam proses penerjemahan ini, kata "shalom" diterjemahkan ke "eirene" yang juga memiliki arti dan konsep yang mirip.
"Eirene" sering digunakan untuk mendefinisikan kedamaian batin, dimana seseorang tidak memiliki konflik atau perasaan bermusuhan.
Ketika pengaruh agama Yahudi diadaptasi dengan filsafat Yunani, istilah tersebut berkembang untuk merujuk pada kebaikan etis. Karena itu, orang-orang Kristen di Yunani mulai menggunakan "eirene" untuk membicarakan "kebaikan yang datang dari Tuhan baik di zaman ini maupun di zaman keselamatan."
Dalam Perjanjian Baru
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022