
Sejumlah lansia saaat mengikuti pelatihan menjahit . Pelatihan ini salah satu bagian program
JawaPos.com - Suasana hangat terasa di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Nirmala, Sunter, Jakarta Utara, pada Jumat (21/11) siang. Sejumlah anak muda tampak semangat menemani hingga mengajari para lansia memperoleh pengetahuan, kesehatan, hingga kemandirian dalam menjalani kehidupan.
Adalah Mohamad Irwanto, 30, salah satu caregiver yang kerap memberdayakan para lansia di RPTRA Nirmala, melalui program Sekolah Lansia.
Mohamad Irwanto menjelaskan, program Sekolah Lansia yang diampunya bersama sejumlah koleganya berjalan konsisten sejak 2021. Program ini secara khusus diperuntukkan bagi lansia dan menjadi ruang aman bagi mereka untuk belajar dan bertemu teman sebaya.
"Kegiatan kita itu di setiap Jumat pagi, ada kegiatan pembinaan lansia,” kata pria yang karib disapa Irwan kepada JawaPos.com.
Menurut Irwan, program tersebut awalnya diinisiasi oleh pemerintah yang fokus pada kesejahteraan perempuan dan anak. Ia merasa senang, aktivitas itu telah meluas menjadi wadah inspiratif bagi para peserta, agar tetap aktif dan sehat secara mental maupun fisik.
“Peserta diperuntukan lansia, dan itu awal mula dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, BKKBN, kegiatan ini sudah berjalan sejak 2021,” jelasnya.
Irwan menjelaskan, Sekolah Lansia di RPTRA Nirmala kini sudah berlalu lima angkatan, sehingga banyak diminati oleh para usia lanjut. Menurutnya, para lansia diberi pelatihan selama satu semester atau enam bulan, yang diujungnya akan ada seremonial wisuda.
“Jadi sekarang itu sudah ada sampai lima angkatan, ya untuk saat ini. Jadi kegiatan ini kan durasinya itu per semester itu enam bulan, di enam bulan itu puncaknya itu kita ada kenangan berupa wisuda,” ucapnya.
Menariknya, sekolah ini memiliki struktur organisasi layaknya lembaga pendidikan sungguhan. Ada pembina, kepala sekolah, hingga bagian fasilitator yang bertugas mendampingi seluruh aktivitas pembelajaran.
“Bagi saya ini, bertugas sebagai fasilitator di kegiatan itu berjalan memfasilitasi, kita juga termasuk dalam struktur organisasinya di Sekolah Lansia,” tuturnya.
Perannya bukan hanya teknis, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan para lansia. Jumlah peserta pun terus bertambah seiring waktu. Saat ini, Sekolah Lansia telah menampung ratusan lansia yang aktif mengikuti kegiatan.
“Saat ini sampai di lima angkatan, ini kurang lebih ada 150-an yang aktif. Di berbagai wilayah administrasi Jakarta itu ada, di Jakarta Utara ini salah satunya yang pertama di RPTRA Nirmala ini di Sunter,” ungkapnya.
Meski begitu, Irwan tidak menampik adanya tantangan dalam menjalankan program ini. Ia menceritakan bahwa kondisi kesehatan dan kemampuan para lansia dalam menerima informasi menjadi perhatian khusus para pendamping.
“Kendala mungkin, dari beberapa lansia keterbatasan untuk menerima informasi agak lama menangkap pelajaran gitu, selebihnya aman,” ucapnya.
