Kemnaker dan BP2MI telah menggagalkan pemberangkatan sebanyak 21 orang pekerja migran Indonesia secara nonprosedural. (Kemnaker)
JawaPos.com - Kisah pilu para pekerja migran Indonesia di luar negeri banyak tak tersingkap kebenarannya. Banyak orang menganggap mereka hidup mewah dengan gaji tinggi.
Faktanya, kisah mereka kerap menyisakan luka yang mendalam. Mereka berangkat dengan niat tulus untuk menafkahi keluarga, namun yang dialami justru deretan penderitaan mulai dari dituduh mencuri, pakaian dalam yang hilang tanpa kejelasan, hingga berhadapan dengan majikan bengis yang memperlakukan mereka secara semena-mena.
Salah satu pekerja migran yang kini konsen mengurusi pekerja migran, Miss Yuni, dalam podcast bersama Ari Untung, menuturkan betapa beratnya perjuangan para pekerja migran yang sering dipandang hidup enak selalu.
Waktu di Indonesia, penderitaan pertama muncul saat proses penempatan. Mereka masuk ke perusahaan jasa tenaga kerja atau penampungan sebelum diberangkatkan. Di sana, kehidupan jauh dari kata nyaman.
Kata Yuni, makanan harus antre, pakaian dalam dan barang pribadi sering hilang, bahkan ada pekerjaan yang wajib mereka lakukan tanpa upah. Semua itu disebut sebagai “latihan mental”, padahal menambah beban psikologis sebelum benar-benar bekerja di negeri orang.
Setelahnya, tidak semua yang mendaftar berhasil terbang. Mereka yang sakit biasanya dipulangkan dengan tangan kosong. Sementara yang sehat, harus melewati proses panjang. Begitu visa siap, pesawat berangkat, dan mereka tiba di negara tujuan, harapan kembali diuji.
Ada kasus di mana majikan yang seharusnya menerima mereka meninggal dunia sebelum kedatangan. Alhasil, mereka kembali ke titik nol, menunggu lagi dengan penuh ketidakpastian.
Setiba di luar negeri, perjuangan tidak otomatis berakhir. Justru penderitaan baru dimulai. Kehidupan di Hongkong, misalnya, menuntut tenaga kerja Indonesia bergerak cepat.
Yuci menceritakan bagaimana mereka yang terbiasa dengan ritme lambat di kampung halaman harus menyesuaikan diri. Bagi yang memiliki penyakit bawaan, seperti asam lambung, kondisi fisik mereka langsung drop akibat tekanan pekerjaan dan mobilitas tinggi.
Nasib mereka pun bergantung pada sikap majikan. Jika majikan baik, pekerja diberi makan layak, pakaian sesuai musim, dan perlakuan manusiawi. Namun bila majikan bengis, situasinya jauh berbeda.
"Ada yang hanya diberi selembar roti dan selimut tipis untuk bertahan di musim dingin. Ada pula yang harus bangun tengah malam berulang kali untuk menjaga majikan yang sakit stroke, hingga kehilangan waktu tidur. Semua kerja keras itu sering tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima," tuturnya, dikutip dari YouTube Ari Untung, Senin (15/9).
Masalah hukum pun kerap menghantui. Saat kontrak hampir selesai, ada pekerja yang tiba-tiba dituduh mencuri barang majikan. Ada pula yang dituding menghabiskan minyak atau beras keluarga, bahkan dituduh memiliki hubungan terlarang dengan majikan.
Tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal itu menambah tekanan mental pekerja migran, yang akhirnya harus berurusan dengan polisi setempat.
Kesengsaraan belum berhenti meski kontrak sudah selesai. Saat hendak pulang, ada yang ketinggalan pesawat sehingga terpaksa membeli tiket baru dengan uang sendiri. Ada pula yang dipalak saat masih di bandara.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
