
Lukisan 120 martir Katolik dari China (Dok. aci.archchicago.org)
JawaPos.com - Para penyebar agama manapun tentunya akan menerima penolakan di berbagai tempat yang mereka tempuh. Terutama daerah-daerah yang tidak familiar dengan agama baru tersebut.
Banyak hal buruk dapat terjadi pada para penyebar agama tersebut. Dari pengusiran paksa, penyiksaan, hingga pembunuhan.
Gereja Katolik mengenal para misionaris sebagai penyebar agama atau guru yang mengajarkan ajaran Yesus Kristus.
Sayangnya, kebanyakan misionaris tersebut menjadi martir - menderita atau mati demi keyakinan mereka.
Tiongkok menjadi salah satu tempat dimana banyak misionaris mengalami penderitaan dan meninggal karena atau demi tujuan mereka.
Santo Francisco Fernandez de Capillas
Dilansir dari Vatican News, santo pertama dari Tiongkok adalah seorang biarawan asal Spanyol bernama Fr. Francisco Fernandez de Capillas.
Ia ditangkap pada tahun 1647 di Fu'an oleh sekelompok orang yang mempersekusi orang-orang Kristen.
Dalam penjara, ia menulis bahwa ia menjalin hubungan persahabatan dengan para tahanan lainnya. Mereka menanyakan ajaran gereja dan mensyukuri waktunya di penjara, karena walaupun di tempat terkotor pun ia tetap dapat menyebarkan ajaran Kristus.
Satu tahun kemudian, Fr. Francisco dipancung. Peristiwa tersebut membuatnya menjadi santo pertama dari Tiongkok, sekaligus 120 pengikutnya yang meninggal dari tahun 1648 hingga 1930: 87 dari antaranya adalah orang Tiongkok asli dan 33 adalah misionaris asing.
Santo Agustinus Zhao Rong
Dilansir dari Catholic Church England and Wales, Santo Agustinus Zhao Rong terlahir dengan marga Zhu pada 1746 di Wu Chuan, Provinsi Guizhou.
Sebelum menjadi Katolik, ia bekerja sebagai prajurit dan mendapatkan posisi sersan di Wu Chuan. Saat ia berumur 20an, ia berjumpa dengan agama tersebut saat diperkenalkan di Sichuan.
Pada tahun 1748, persekusi terhadap umat kristiani di Tiongkok makin parah, terutama di bawah perintah langsung dari Kaisar Qianlong.
Rong adalah salah satu prajurit yang menangkap para umat tersebut. Ia juga bertugas untuk menjaga Misionaris Perancis Uskup John Gabriel Taurin Dufresse, menuju eksekusinya di Beijing.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
