Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 September 2024 | 21.28 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Merefleksikan Diri dalam Meneladani Sosok Ayah Sekaligus Suami yang Baik

Poster Maulid Nabi Muhammad SAW. - Image

Poster Maulid Nabi Muhammad SAW.

JawaPos.com - Seperti kita ketahui bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah menjadi acara yang rutin dilakukan di Indonesia, pelaksanaannya tepat pada 12 Rabiul Awal yang merupakan tanggal kelahiran beliau.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya diadakan melalui acara dzikir, kajian, serta manakib pada sejumlah masjid ta'lim di Indonesia. Rangkaian acara ini tentunya melibatkan seluruh warga setempat.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bisa kita manfaatkan untuk merefleksikan diri dalam meneladani akhlak baiknya. Salah satu perilaku yang menjadi tauladan bagi umatnya adalah beliau menjadi sosok ayah sekaligus suami yang baik.

Dewasa ini, banyak ditemukan kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak-anak yang berawal dari terjadinya dekadensi moral pada pria ketika mereka berperan sebagai ayah sekaligus suami.

Merangkum dari laman NU Online dan Kemenag DKI Jakarta, inilah 7 poin penting perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai sosok ayah sekaligus suami yang baik, di antaranya :

1. Membantu Istri dalam Pekerjaan Rumah

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Aisyah bahwa "Bahkan Nabi Muhammad SAW menjahit baju dan memperbaiki sandalnya sendiri". Perilaku tersebut menunjukkan bahwa sebagai suami tidak perlu selalu mengandalkan istri dalam hal pekerjaan rumah.

Sikap tersebut juga memberi gambaran pada kita bahwa pria tidak perlu gengsi untuk mengerjakan hal-hal yang biasanya dilakukan perempuan, bahkan untuk kepentingannya pun Rasulullah SAW tidak ingin merepotkan istrinya.

Hal ini sangat berkaitan dengan ideologi patriarki yang selalu melekat dalam kehidupan masyarakat, yakni pekerjaan rumah selalu dibebankan pada perempuan. Padahal, mereka juga butuh dibantu dalam hal ini terlebih ketika repot mengurus anak.

2. Memberikan Pendidikan Pada Istri

Setelah Nabi Muhammad SAW dua tahun menduda karena ditinggal oleh mendiang istrinya yakni Sayyidah Khadijah, beliau kembali membina rumah tangga dengan beberapa perempuan salah satunya Sayyidah Aisyah.

Kebiasaan di pagi hari yang beliau lakukan adalah dengan mengunjungi para istrinya untuk memberikan petuah dan mengajari ilmu agama. Sebagaimana tugas suami adalah sebagai pemimpin dan pelindung bagi istrinya termasuk dalam hal spiritual.

Dengan demikian, seorang istri memiliki peningkatan dalam hal ilmu agama dalam rangka memupuk keimanan serta ketakwaan dalam dirinya.

3. Tidak Pernah Melakukan Tindak Kekerasan

Dalam sebuah hadits meriwayatkan Aisyah berkata, "Beliau (Rasulullah SAW) tidak pernah memukul siapa pun baik itu istri-istrinya maupun pembantunya". Maka begitu mulianya beliau dalam memperlakukan perempuan disekelilingnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore