Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juni 2024 | 14.37 WIB

Ternyata Antara Takbir Idul Adha Dan Takbir Idul Fitri Memilki Perbedaan, Hal Ini Wajib Diketahui Oleh Umat Islam

Ilustrasi perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha./pexels - Image

Ilustrasi perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha./pexels

JawaPos.Com- Perayaan Hari raya Idul Adha diketahui jatuh setiap 10 Dzulhijjah, di mana tahun ini jatuh pada 17 Juni 2024. 

Seperti diketahui, Perayaan Hari raya Idul Adha merupakan momentum penting yang ditungu-tunggu umat Islam di dunia tak terkecuali di Indonesia.

Idul Adha atau juga disebut dengan istilah Lebaran Haji, juga diketahui sebagai salah satu peristiwa yang sakral bagi umat muslim.

Dimana, peristiwa tersebut termaktub dalam Al- Quran surah As-Saffat Ayat 101–110,  mengisahkan kisah Nabi Ibrahim yang mengorbankan anak tercintanya yakni Nabi Ismail demi ketaatannya kepada Allah S.W.T

Saat Perayaan Hari raya Idul Adha, dentuman suara takbir yang menggema dari satu wilayah sampai ke pelosok daerah pun menjadi salah satu ciri khas yang tersendiri.

Akan tetapi, ternyata ada perbedaan dan persamaan antara Takbir Idul Adha dan Takbir Idul Fitri hal ini bedasarkan dari para Madzhab.

Dilansir melalui Chanel Youtube dari Tranformasi Iswahyudi Minggu,(16/6), talah dijelaskan antara persamaan dan perbedaan Takbir Idul Adha dan Takbir Idul Fitri.

Bahwa takbir Idul Fitri dimulai pada saat tenggelamnya matahari saat puasa terakhir itu sudah disunnahkan untuk bertakbir.

Menurut Riwayat dari Ibnu Abbas suara takbir bisa dilakukan tiga kali sedangkan dari Ibnu Mas'ud hanya dua kali

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Artinya "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah"

Sedangkan Takbir Idul Fitri, menurut pendapat dari Imam Nawawi dalam Madzhab Syafi'i, selesai setelah Imam sholat Idul Fitri melantunkan takbir.

Dapat disimpulkan bahwa waktu untuk bertakbir dalam Idul Fitri memiliki waktu yang relatif singkat di antara terbenamnya matahari pada saat berakhirnya puasa Ramadhan dan berakhir pada saat Imam sholat Idul Fitri melakukan takbir.

Hal tersebut mempunyai perbedaan dengan Idul Adha dimana terletak pada Takbir Idul Adha yang dimulai pada subuh tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu pada hari Arafah, dan berakhir setelah sholat Ashar.

Jadi, Takbir Idul Adha memiliki rentang waktu selama 5 hari, mulai dari tanggal 9 hingga 13 Dzulhijjah, yang merupakan hari tasyrik setelah sholat Ashar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore