
Ilustrasi dongeng.
JawaPos.com–Hari dongeng sedunia atau World Storytelling Day diperingati setiap 20 Maret. Itu untuk merayakan seni mendongeng dan mendorong keragaman di antara budaya dan ras yang berbeda.
Hari dongeng bukan hanya membangun kedekatan dan komunikasi, meresapi, dan memahami, pesan moral dari cerita-cerita. Dilansir dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (19/3), hari dongeng sedunia berasal dari inisiatif peringatan hari mendongeng nasional di Swedia pada 1991. Awalnya, disebut Alla berattares dag yang artinya hari semua pendongeng.
Pada 28 November penggiat dongeng yang tergabung dalam Forum Dongeng Nasional menyatakan sebagai Hari Dongeng Nasional pada 2015. Pada tanggal tersebut, kelahiran seorang legenda dongeng Indonesia Drs Suyadi yang dikenal dengan sebutan Pak Raden.
Keputusan itu diambil sebagai penghormatan kepada Pak Raden yang terus berkontribusi dalam menghadirkan dongeng di tengah masyarakat. Deklarasi itu disambut puluhan pendongeng, komunitas dongeng, dan komunitas literasi, di berbagai kota di Indonesia, yang secara sukarela mendukung inisiatif tersebut.
Deklarasi Hari Dongeng Nasional bukan semata-mata perayaan untuk mengenang Pak Raden. Tapi sebagai upaya untuk memberikan perhatian lebih terhadap budaya dongeng yang merupakan warisan berharga dari nenek moyang Indonesia.
Budaya bertutur yang telah mengakar sejak dulu menjadi salah satu kebudayaan tertua yang mengakar di Indonesia. Cerita rakyat yang tersebar dari Sabang hingga Merauke menjadi harta karun yang patut diapresiasi dan dilestarikan.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan mendongeng memiliki pengaruh positif bagi perkembangan anak dan keharmonisan keluarga. Melalui dongeng, anak-anak dapat belajar tanpa merasa digurui. Kemampuan bahasa dan literasi mereka dapat berkembang dengan baik.
Para penggiat dongeng meyakini bahwa saatnya dongeng mendapatkan perhatian lebih besar dari seluruh masyarakat Indonesia. Diharapkan masyarakat Indonesia menyadari nilai-nilai positif yang dapat diambil dari dongeng. Budaya bertutur yang telah diperkenalkan orang tua menjadi tanggung jawab generasi penerus untuk dilestarikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
