
Ilustrasi pemimpin.
JawaPos.com–Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Pengamat masalah sosial-kemasyarakatan M. Anwar Djaelani membagikan beberapa sudut pandang mengenai kriteria pemimpin.
Dikutip dari PWMU.CO, Anwar mengatakan tidak ada kajian ilmiah yang mengaitkan kriteria pemimpin yang baik dengan ciri fisik tertentu. Menurut dia, posisi pemimpin sangat menentukan. Dengan kekuasaannya, pemimpin bisa memerah-birukan masyarakat.
”Maka, jika salah memilih pemimpin kita akan celaka. Untuk itu, terutama bagi umat Islam, ikutilah petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam memilih pemimpin,” ujar Anwar Djaelani.
”Posisi pemimpin itu sangat strategis, sebagaimana maksud dari hadits riwayat Hakim, yakni pemimpin itu sangat menentukan warna dan akhlak masyarakat,” terang Anwar Djaelani.
”Maka, mengingat peran strategisnya, Islam meminta kita agar mencermati masalah pemimpin itu bahkan sampai ke komunitas yang kecil,” imbuh dia.
Kriteria Pemimpin yang Boleh Dipilih
Penulis buku Ulama Kritis Berjejak Manis itu menjelaskan, pemimpin yang boleh dipilih dalam Islam, setidaknya beriman, bertakwa, dan berakhlak. Terutama dalam hal menegakkan salat dan menunaikan zakat.
Hal itu, menurut dia, selaras dengan surat Al-Maidah ayat 55 yang berbunyi, sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
”Di samping itu, pemimpin yang layak dipilih itu memiliki kualifikasi terbaik dan termampu. Seperti sifat Nabi Muhammad SAW yakni shiddiq (jujur), amanah (tepercaya), fathanah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan kebenaran kepada siapa saja),’’ papar Anwar Djaelani.
Kriteria Pemimpin yang Tidak Boleh Dipilih
Sementara itu, dia mengatakan, kriteria orang-orang yang tidak boleh dipilih sebagai pemimpin, salah satunya ialah seseorang yang mempermainkan agama. Anwar menyebutkan surat Al-Maidah ayat 57 yang berbunyi, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
Baca Juga: Patut Dicontoh, Cerita Mahasiswi Surabaya Kuliah Tiga Tahun Raih Double Degree di ITB dan Inggris
”Oleh sebab itu, supaya umat selamat, kita harus berusaha melaksanakannya. Sambil berusaha, diiringi dengan doa. Ya Allah, beri kami kebaikan di dunia dengan mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan panduan-Mu,” ujar Anwar.
’’Yaa Allah, beri kami kebaikan di akhirat dengan Engkau pertemukan kami dengan Pemimpin Utama kami, Muhammad Saw. Yaa Allah, bebaskan kami dari siksa neraka, yang kelak bisa saja menjadi tempat hunian kami jika salah memilih pemimpin,” tambah dia.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
