Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 16.44 WIB

BMKG Balas Kritikan Putra Nababan soal Tsunami di Selat Sunda

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati - Image

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

JawaPos.com - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membantah kritikan politikus PDIP Putra Nababan soal peringatan dini tsunami. Menurut Dwikorita, tsunami yang terjadi pada Sabtu malam (22/12) lebih pada akibat dari gempa vulkanik.


Mantan rektor UGM itu mengklaim, BMKG telah berupaya maksimal dalam mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hanya saja, yang terjadi pada Sabtu malam (22/12) tidak terdeteksi karena tsunami dipicu oleh erupsi dan gempa vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.


"Selama ini peringatan dini kami berikan dari 3-5 menit. Di negara lain itu sampai 15 menit. Di Jepang itu 3 menit, kita bahkan pernah 2 menit 40 detik. Selama ini peringatan dini itu disampaikan," ujar Dwi saat ditemui di kantornya, Senin (24/12).


"Kami tetap dengan meningkatkan teknologi tapi upaya untuk 3 menit saja. Meskipun bisa sampai 5 menit saat ini kami 3 menit juga bisa jadi," tambahnya.


Dwikorita merasa memiliki kedekatan dengan tim penanganan bencana dari PDIP. Bahkan, BMKG lahir atas kebijakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Untuk itu, pernyataan Putra Nababan perlu diklarifikasi.


Terkait informasi bencana, Dwi memastikan seluruh pihak dapat mengaksesnya. BMKG juga rutin berkomunikasi dengan pihak DPR lintas partai.


"Kami selalu mengirimkan juga informasi itu ke beberapa pihak yang ada di DPR. Artinya kan ke semua pihak, tidak mengenal itu partai atau tidak itu kami infokan," pungkasnya.


Sebelumnya, politikus PDIP Putra Nababan mengatakan bahwa Megawati Soekarnoputri telah berulang kali memberikan peringatan akan potensi letusan anak Gunung Krakatau yang bisa berdampak tsunami.


"Ibu Megawati sudah dua kali mengingatkan pentingnya peringatan dini tsunami yang bukan hanya untuk mengantisipasi dampak gempa tektonik namun juga akibat letusan vulkanik," kata Putra di Jakarta, kemarin.


Mantan jurnalis itu mengatakan, minimnya langkah antisipasi dari pihak berwenang yang menjadi penyebab banyaknya jumlah korban akibat bencana.


Bahkan, mantan penyiar berita itu juga menyoroti kinerja dan kemampuan BMKG. Sebab tidak semua alat pendeteksi dini gempa dan tsunami berfungsi. Tidak hanya itu, ada juga kerusakan sensor yang disebabkan erupsi sebelumnya. Seharusnya alat-alat itu langsung diperbaiki.


Lebih lanjut Putra menuturkan, perhatian Megawati terhadap pentingnya mengantisipasi bencana secara dini seperti yang dilakukan negara Jepang dengan sistem dan peralatan yang canggih adalah bentuk keprihatinan terhadap berbagai bencana di Indonesia yang kerap memakan banyak korban.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore