
Ilustrasi Gunung. PVMBG memastikan aktivitas Gunung Salak hingga hari ini (10/10) masih terpantau normal. Tak ada erupsi seperti kabar yang belakangan beredar.
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada erupsi atau letusan yang terjadi di Gunung Salak, Jawa Barat. Informasi yang menyatakan gunung berapi tersebut mengganggu penerbangan adalah tidak benar alias hoax.
"Kami cek baik pengamatan visual langsung lihat gunungnya, melihat dari instrumentasi yang ada di sana, kemudian observasi di lapangan, tidak ada letusan. Aman buat penerbangan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, saat menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10).
Dengan demikian, belum ada perubahan status Gunung Salak. Dia juga menyatakan, tidak ada peningkatan aktivitas di dalamnya.
"Ya memang sampai saat ini Gunung Salak statusnya normal level 1, tidak ada peningkatan aktivitas," tegasnya.
Menurut Sutopo, peristiwa gunung meletus berbeda dengan kejadian gempa yang bisa saja terjadi tanpa peringatan. Sutopo menjelaskan, gunung berapi memiliki tanda-tanda tersendiri sebelum meletus.
"Gunung itu kalau meletus mengeluarkan tanda-tanda, 'Hai orang-orang, aku mau meletus, lihatlah vulkanik di dalam ku, vulkanik dangkalku, tremorku, suhuku', dan sebagainya," tutur dia.
Kemudian, hal-hal tersebut dapat dianalisa terlebih dahulu oleh badan terkait. "Itu semua kami tangkap dan kami analisa, 'Oh betul ada peningkatan aktivitas gunung'" kata Sutopo.
Sebelumnya, beredar kabar mengenai informasi satelit yang mengindikasikan adanya erupsi di Gunung Salak, Jawa Barat, Rabu (10/10). Namun, hal tersebut belum terbukti lantaran hingga pukul 20.00 WIB, tidak teramati adanya hujan abu vulkanik.
Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), selain tidak ada hujan abu vulkanik, tidak terdengar pula suara dentuman baik di wilayah puncak Gunung Salak maupun di sekitar lerengnya. Misalnya, di wilayah Taman Nasional Cidahu.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
