Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 September 2018 | 17.47 WIB

Lombok Bangkit, Guru Korban Gempa Diberi Tunjangan Selama 6 Bulan

Seorang guru mengajar di bawah tenda darurat ketika Lombok masi dalam kondisi tanggap darurat. Para guru yang menjadi korban gempa akan diberi bantuan selama enam bulan. - Image

Seorang guru mengajar di bawah tenda darurat ketika Lombok masi dalam kondisi tanggap darurat. Para guru yang menjadi korban gempa akan diberi bantuan selama enam bulan.

JawaPos.com - Pemerintah terus mengawal proses pemulihan di Lombok setelah diguncang gempa Agustus lalu. Selain mendirikan sekolah darurat dan bangunan semi permanen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun memberi bantuan untuk guru daerah setempat. Terutama guru yang rumahnya ikut rusak diguncang gempa.


Total, 5.298 guru akan diberi tunjangan selama enam bulan ke depan. Guru berstatus PNS setiap bulan akan mendapatkan tunjangan Rp 1,5 juta. Sedangkan guru non-PNS mendapat Rp 2 juta per bulan.


"Sekali-sekali yang non-PNS diberi tunjangan lebih besar," ujar Mendikbud Muhadjir Efendy di Mataram, Lombok, kemarin.


Kemendikbud menargetkan ada sekitar seribu tenda yang akan dibangun. Pemerintah juga sudah berupaya membuat sekolah darurat, semipermanen, yang nanti dibangun secara bertahap menjadi sekolah permanen.


Muhadjir mengatakan, pihaknya juga telah menginventarisasi sekolah-sekolah terdampak gempa dalam berbagai kategori. Mulai rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.


Pengelompokan kerusakan itu akan berguna dalam kaitan dengan siapa akan membangun sekolah itu. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore