
Ilustrasi: mata pelajaran Informatika kembali dikenalkan di lingkungan sekolah. Kehadiran mata pelajaran menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang mengasuhnya.
JawaPos.com - Pemerintah memutuskan untuk menghadirkan kembali mata pelajaran (mapel) teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah. Mapel yang berganti nama dengan informatika itu akan diajarkan di kelas SMP dan SMA. Mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2019.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Awaluddin Tjalla menjelaskan, di jenjang SMP, porsi mapel informatika dua jam pelajaran per pekan. Sedangkan di jenjang SMA, informatika masuk kategori mata pelajaran pilihan dengan porsi dua sampai tiga jam pelajaran per pekan.
Awaluddin mengatakan, ada sejumlah tantangan dalam penerapan mapel informatika itu. Di antaranya, jumlah guru yang hanya sekitar 40 ribu orang. Dari jumlah itu, guru informatika yang bersertifikasi serta linier jalur kuliahnya hanya sekitar 20 ribu orang atau separonya. "Di satu sisi belum ada penambahan guru (CPNS, Red) baru," tuturnya di Jakarta kemarin (1/9).
Saat ini, lanjut dia, Kemendikbud masih menyiapkan dokumen implementasinya. Kompetensi dasar mapel informatika juga terus dikaji, divalidasi, dan diuji coba. Selain itu, persepsi antara akademisi dan guru disamakan.
Awaluddin menegaskan, mapel informatika harus disampaikan dengan tepat dan baik. Belum diputuskan apakah mapel informatika tersebut diterapkan langsung secara menyeluruh atau bertahap.
Pengamat pendidikan Indra Charismiadji berharap tidak sekadar ganti nama, tetapi materinya juga ditingkatkan ketimbang saat masih bernama TIK dahulu.
"Mapel informatika bukan siswa belajar cara pakai komputer. Sebab, siswa sekarang sudah penduduk dunia digital," tuturnya. Menurut Indra, mapel informatika harus bisa membantu siswa memecahkan masalah, berpikir kritis, berinovasi, serta membangun jiwa kolaborasi memanfaatkan teknologi.
Misalnya, dalam satu kelas siswa membuat aplikasi atau game yang tentunya tidak boleh sama. Kemudian, ada salah satu karya siswa yang nge-lag atau macet. Dari kasus itu, siswa bisa berupaya keras memecahkan persoalan yang dihadapi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022