
Ketua Dewan Pembina Peradi Otto Hasibuan memantau ujian calon advokat di Nusa Tenggara Timur.
JawaPos.com - Calon Advokat Ruteng, NTT kini bisa berhati lega. Pasalnya, Perhimpunan Advokat Indonesia dibawah Ketua Umum Fauzi Yusuf Hasibuan, telah melaksanakan ujian advokat disana.
Ketua Dewan Pembina Peradi Otto Hasibuan mengatakan sebanyak 28 calon advokat bersaing untuk lulus ujian di Hotel Revayah, Kota Rutteng, NTT.
"Perluasan jangkauan ini untuk mempermudah calon advokat ikut ujian. Meski demikian tidak ada perlakuan khusu terhadap mereka," tegas Otto kepada JawaPos.com melalui siarang tertulisnya, Sabtu (15/7).
Ujian Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kali ini diikuti sebanyak 5397 calon advokat, termasuk Kabarhakam Mabes Polri dan 43 perwira. Otto menambahkan kepersertaan perwira polri ini menunjukan betapa pentingnya ujian advokat di Indonesia.
"Ini merupakan wujud pengakuan kepada Peradi bahwa ujian profesi sangatlah penting. Mereka tidak mendapatkan perlakuan khusus. Selain peserta dari Kepolisian, ujian kali ini juga diikuti dari instansi pemerintah lainnya yaitu Kemenkumham," tambah Otto.
Ujian ini digelar serentak di 34 kota yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Medan hingga Papua pada Sabtu (14/6).
"Untuk wilayah Jakarta, hari ini kami menguji 2040 calon advokat yang bertempat di Universitas Taruma Negara," lanjut Otto.
Otto mengatakan ujian profesi untuk memenuhi persyaratan menjadi advokat sesuai dengan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang advokat.
Sebelum mengikuti ujian profesi, calon advokat diwajibkan mengikuti pendidikan provesi advokat selama tiga bulan.
"Ujian ini sebagai syarat untuk terjun secara professional dan digunakan sebagai standar penilaian kapasitas seorang advokat saat terjun ke lapangan," jelasnya.
Tegas dan Tak Pandang Bulu
Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Profesi Advokat Hermansyah Dulaimi mengatakan dalam ujian kemarin, terdapat satu pelanggaran terjadi di Bandung berupa peserta yang mencontek.
"Pelanggaran di Bandung kita proses namun secara keseluruhan berjalan lancar. Tindakan tegas ini akan menjadi contoh di daerah lain," tegas Herman.
Untuk daerah uang terpencil, dikatakan Herman merupakan tantangan tersendiri namun demikian Peradi memastikan pengawasan yang sama dengan daerah lainnya.
"Tentu mereka harus menempuh hal yang sama dengan peserta dari kota lainnya. Pasalnya, mereka jika lulus nanti tidak hanya berperkara di Ruteng saja melainkan di seluruh Indonesia," tegas Herman.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
