
Kartika Sari Dewi saat berada di Banyuwangi untuk program pendidikan, Selasa (20/3).
JawaPos.com - Karina Kartika Sari Dewi Soekarno adalah perkecualian. Saat generasi kedua Presiden Pertama RI Soekarno kerap disorot media, aktivitas Kartika sepi publikasi. Seperti ibunya, Ratna Sari Dewi Soekarno, Kartika memilih jadi aktivis sosial dengan mengunjungi daerah, membantu para murid kurang mampu.
---
Apa yang ingin Anda capai dengan Kartika Soekarno Foundation (KSF)?
Secara keseluruhan, saya bersama KSF bertujuan ingin memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada bagi semua anak Indonesia, terutama untuk anak-anak yang kurang beruntung dari sisi ekonomi atau berada di garis kemiskinan. Kami melakukannya dengan cara menggunakan hasil dari penelitian global terbaik tentang perkembangan anak-anak untuk merancang intervensi kami agar dapat efektif secara maksimal.
Kenapa program yang dipilih meningkatkan kapasitas kepala dan pengawas sekolah?
Terdapat banyak bukti dari beberapa negara yang menunjukkan bahwa motivasi dan keterampilan kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan penentu yang paling penting untuk melihat kualitas sekolah itu sendiri dan juga dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak.
Bagaimana KSF memberikan penyadaran tentang penggunaan teknologi yang tepat?
Ini adalah hal yang sangat penting dan menjadi perhatian bagi KSF. Anak-anak dan remaja Indonesia saat ini kurang memiliki kemampuan berpikir kritis untuk dapat membedakan antara mana informasi yang benar serta berguna di internet dan mana yang disebut "berita palsu".
Kemampuan berpikir kritis paling baik dikembangkan di PAUD/kelompok bermain atau taman kanak-kanak yang berkualitas baik dan di sekolah dasar, di mana anak-anak belajar melalui "pendekatan pembelajaran aktif dan menyenangkan" yang dipelopori Unicef dan KSF.
Agar misi besar Anda di dunia pendidikan bisa terwujud maksimal, apa ada rencana terjun ke dunia politik suatu saat nanti?
I am not a politician! I am a social activist (Saya bukan politikus! Saya aktivis sosial, Red). Saya ingin sekali melihat semua anak dapat meraih potensi maksimal mereka. KSF akan berbuat lebih banyak lagi jika kami bisa mendapat support dana lebih besar.
Bagaimana menyeimbangkan peran di publik melalui KSF dengan fungsi ibu di keluarga? Apakah putra-putri sudah merasa Indonesia sebagai kampung halaman baru buat mereka?
Saya memiliki satu putra bernama Kiran, umur 11 tahun dan tinggal di London. Saya mengajaknya ke Indonesia hampir di setiap perjalanan saya dan menunjukkan kepadanya hasil-hasil yang telah diraih KSF. Dia sangat tertarik dengan pekerjaan kami dan saya berharap Kiran akan mewarisi cinta saya kepada Indonesia dan kepedulian terhadap orang-orang yang kurang beruntung yang saya warisi dari ayah saya, Presiden Soekarno.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
