Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2017 | 12.30 WIB

Sumpah Pemuda Zaman Now: Jangan Terdistraksi Kenyamanan dan Hiburan

Ilustrasi Hari Sumpah Pemuda - Image

Ilustrasi Hari Sumpah Pemuda

SETIAP 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Terlepas dari segala perdebatan mengenai detail peristiwanya, semua sepakat bahwa momen itu menjadi bagian penting perjalanan panjang bangsa Indonesia. Sebab, sejak 28 Oktober 1928 ratusan pemuda Hindia Belanda (yang selanjutnya menjadi Indonesia) berkomitmen untuk menjadi bangsa yang satu dan mengabdi pada ibu pertiwi.



Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tahun tentu dimaksudkan menjadi pengingat bagi generasi muda Indonesia. Bahwa pendiri bangsa menjunjung persatuan dan kerja keras untuk memakmurkan negerinya. Peristiwa tersebut juga menjadi pesan bahwa pemuda memiliki peran signifikan untuk membangun Indonesia.



Sebagai calon pemimpin masa depan, pemuda diharapkan bisa terus mengasah diri. Selalu bekerja sama dan mencari solusi atas berbagai masalah di bidangnya masing-masing. Peringatan Sumpah Pemuda diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda untuk dapat melahirkan karya nyata demi kemajuan bangsa, bukan sekadar peringatan seremonial tanpa substansi belaka.



Beda Zaman, Beda Peran


Peran pemuda dari sebelum zaman kemerdekaan hingga fase Demokrasi Terpimpinnya Bung Karno adalah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Ada yang berjuang melalui turun ke medan peperangan dengan mengorbankan jiwa dan raganya. Ada juga yang melalui jalur diplomasi dengan belajar ke luar negeri, lalu berdialog dengan berbagai negara termasuk pemerintah kolonial.



Perjuangan yang mereka lakukan kala itu sangat berat karena ancamannya adalah nyawa. Namun para pemuda yang visoner dan mencintai bangsanya itu, rela untuk bersakit-sakit demi kemerdekaan yang menjadi tujuan utamanya.



Setelah peran merebut dan mempertahankan kemerdekaan telah dilalui, tibalah saatnya peran merintis pembangunan yang dimulai dari orde baru hingga awal abad ke-21. Peran pemuda pada masa ini lebih banyak bertujuan untuk mengontrol pemerintahan yang baru mendapat kemerdekaan.



Kontrol menjadi penting karena seperti yang Lord Acton katakan: “Power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely”. Di sinilah peran krusial pemuda untuk dapat mengingatkan pemerintah yang baru mendapat kekuasaan untuk mengurus bangsanya saat itu. Pada era ini, pemuda berjuang dengan bersekolah setinggi mungkin. Melawan dengan tulisan, serta mulai turut membangun dengan bergabung ke birokrasi.



Semenjak era demokrasi Indonesia dimulai seutuhnya--yang ditandai dengan Pemilihan Umum langsung oleh rakyat pada 2004--era menuju negara maju sudah dimulai. Pemuda Indonesia diharapkan dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan cara yang lebih konkret, inovatif, dan masif.



Di masa ini, Indonesia sudah lebih stabil sebagai sebuah negara dari berbagai aspek dan siap untuk menjadi negara maju yang juga memakmurkan rakyatnya. Secara perekenomian, Indonesia lebih stabil dan bahkan sudah mempersiapkan sumber daya manusianya untuk bersekolah di tempat terbaik di dunia untuk menyambut hasil dari bonus demografi pada 2045.



Di era yang aksesnya sudah mudah ini, ekspektasi kepada pemuda Indonesia menjadi sangat besar. Jangan sampai pemuda Indonesia tidak sadar akan peran pentingnya untuk memajukan republik ini. Atau, malah terlena dengan kenyamanan dan hiburan yang didapatnya karena kemerdekaan. Padahal para pemuda di zaman terdahulu berkorban nyawa untuk mendapatkannya. Jika itu yang terjadi, bersiaplah untuk menyaksikan kejatuhan Indonesia.



Pemuda Zaman Now


Di era globalisasi dan internet ini, semua hal sangat mudah untuk dilakukan karena batas antarnegara menjadi tidak relevan lagi. Informasi yang didapat pemuda di Madura dengan yang berkuliah di Oxford atau Harvard menjadi tidak jauh berbeda.



Mereka bisa mendapatkan informasi pelajaran gratis dari banyak website nirlaba untuk meningkatkan pengetahuannya. Bahkan untuk informasi seperti berita, semua orang di berbagai belahan dunia bisa mendapatkan real-time information hanya dengan melalui telepon pintarnya.



Pada zaman ini pemuda mempunyai kesempatan yang sama untuk berhasil dan berkontribusi besar tanpa memperhatikan asal keluarganya, agamanya, daerahnya, atau identitas lainnya. Kesuksesan menjadi milik pemuda yang cepat beradaptasi dan mau bekerja keras.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore