Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 22.33 WIB

Pemakaman Kremasi Menurut Gereja Katolik, Tidak Dilarang tapi Tidak Disarankan, Begini Aturannya

Foto peti mati yang dihiasi bunga (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Setelah kita meninggalkan dunia ini, jenazah kita akan dikubur, kremasi, atau pemakaman jenis lainnya sesuai dengan budaya atau pilihan kita. Namun beberapa agama memiliki tata cara dan larangan mengenai prosesi pemakaman mereka. 

Gereja Katolik pada umumnya menguburkan jenazah umat-umatnya di pemakaman yang telah dipilih oleh keluarga atau almarhum sendiri. 

Namun di beberapa kebudayaan atau adat yang melakukan kremasi pada jenazah. Beberapa umat gereja Katolik pun juga masih kebingungan mengenai peraturan ini. 

Kremasi dalam gereja katolik

Dilansir dari Catholic Cemeteries of the Archdiocese of Washington, Yesus Kristus mengklaim bahwa kebangkitan tubuh adalah kebenaran yang kemudian menjadi argumen mengenai kremasi

Sebelum tahun 1963, gereja bersikeras agar umat Katolik hanya boleh dikuburkan saja, sesuai dengan tata cara penguburan Kristus. Bahkan hingga saat ini, ada beberapa gereja yang menolak untuk melakukan kremasi kepada jenazah. 

Dilansir dari Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, sekarang gereja Katolik memperbolehkan praktek kremasi dengan syarat bahwa alasan kremasi tidak bertentangan dengan ajaran iman Katolik. 

Banyak perusahaan jasa kematian juga menawarkan pelayanan lengkap sesuai dengan permintaan keluarga atau almarhum. Alasan pelaksanaan kremasi juga makin bervariasi. Dari latar belakang penyakit, ekonomi, sosial dan sebagainya. 

Pada akhirnya Kongregasi Kepausan merilis sebuah instruksi untuk melaksanakan kremasi yang sesuai dengan ajaran iman Katolik pada 15 Agustus 2016. Dokumen ini berjudul Ad Resurgendum cum Christo tentang penguburan jenazah dan konservasi abu bagi jenazah yang dikremasi. 

Walaupun begitu, gereja Katolik sangat menyarankan kepada umat-umatnya agar jenazah-jenazah mereka dikuburkan sesuai dengan aturan dan kebiasaan gereja. 

Pandangan gereja terhadap kremasi

Iman Katolik tidak memandang kematian sebagai akhir dari kehidupan, namun diubah. Tubuh mereka memang sudah tidak ada lagi, namun rohnya akan menghadap Tuhan. Sehingga gereja melihat kematian sebagai gerbang kehidupan kekal. 

Pada 1 Timotius 4:7, Paulus menyebut kematian sebagai akhir pertandingan yang baik, setelahnya tersedia mahkota kebenaran di surga. 

Gereja Katolik menghormati jenazah tidak hanya sebagai sisa dari kehidupan seseorang, namun pribadi dan identitas manusia sebelumnya. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore