Lukisan wajah Santo Amos (Dok. ncregister.com)
JawaPos.com - Gereja Katolik mengakui adanya orang-orang suci yang memiliki peran penting, seperti nabi, penginjil, penyebar agama, atau pekerja sosial. Gereja lalu akan menjadikan mereka pelindung atas hal-hal yang membuat mereka menjadi tokoh penting dalam sejarah gereja.
Beberapa dari tokoh itu disebutkan dalam Kitab Suci, sementara yang lain muncul jauh setelahnya.
Karena itu, dokumentasi mengenai beberapa tokoh terkadang sangat sedikit, bahkan hanya berdasarkan kisah lisan.
Seperti Santo Amos, pelindung orang-orang yang tertindas, yang juga merupakan penulis Kitab Amos dalam Perjanjian Lama.
Kehidupan Awal
Dilansir dari National Catholic Register, sebelum menjadi seorang nabi, Amos awalnya adalah seorang penggembala dan petani buah ara di Teqoa (Thecua) pada tahun 700 SM. Nama Amos berarti "beban" dalam bahasa Yahudi.
Pada saat itu orang-orang Yahudi terbelah menjadi dua kerajaan, Kerajaan Yudea di selatan, dan Israel di utara.
Amos terlahir di Teqoa, kota tidak jauh dari Bethlehem di Yudea. Diperkirakan berada di selatan Yerusalem. Namun ia dipanggil oleh Tuhan untuk bernubuat di Israel, karena Raja Jeroboam II disana adalah penyembah berhala.
Dilansir dari Orthodox Church in America, mereka menyembah patung sapi emas di Bethel.
Dalam Kitab Amos 7:14, ia menuliskan bahwa ia bukanlah seorang rasul atau anak dari seorang rasul. Hal itu juga berartikan bahwa ia bukanlah dari sekolah para rasul, sehingga ia mendeklarasikan bahwa ia adalah rasul sejati.
Menjalankan Misinya dan Menjadi Martir
Amos segera ke Israel untuk menantang rasa tidak hormat Raja Jeroboam dan para masyarakat Israel terhadap Tuhan.
Namun, ia juga mendapati bahwa orang-orang disana semakin sombong dan egois. Amos juga melihat betapa kejamnya orang-orang terhadap kaum miskin.
Amos meramalkan kesialan besar atas Israel karena kefasikannya. Namun, akibatnya Amos didera dan disiksa disana.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
