Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 22.32 WIB

Mengenal Santo Maximilian Kolbe (1894-1941): Melarikan Diri dari Kekaisaran Rusia, Tertangkap oleh Nazi dan Mengorbankan Diri di Auschwitz

Potret foto (kiri) dan lukisan (kanan) Santo Maximilian Kolbe (stmaximiliankolbechurch.com) - Image

Potret foto (kiri) dan lukisan (kanan) Santo Maximilian Kolbe (stmaximiliankolbechurch.com)

JawaPos.com - Perang menyebabkan kematian bagi banyak sekali orang, entah mereka bersalah atau tidak. Senjata tidak dapat melihat kepada siapa mereka digunakan, dan tidak dapat menghentikan siapa pelakunya. 

Yang bisa dilakukan oleh para korban adalah lari untuk melindungi diri mereka atau secara sukarela menjadi perisai untuk melindungi korban lainnya. 

Perang Dunia II menjadi pengingat sebuah aksi genosida oleh sebuah grup politik terhadap grup etnis Yahudi di Eropa. Tidak terhitung seberapa banyak korbannya dan beberapa nama juga terlupakan.

Tapi Gereja Katolik mengingat Santo Maximilian Maria Kolbe, seorang martir yang terbunuh di balik dinding Auschwitz pada usia sangat muda, dan menjadikannya pelindung para tahanan.

Kehidupan Awal

Dilansir dari Gereja Santo Maximilian Kolbe, beliau terlahir dengan nama Raymund Kolbe pada tanggal 8 Januari 1894, di Zdunska Wola, Polandia. Pada saat itu Polandia masih berada di bawah kekuasaan Kaisar Russia. 

Ia berasal dari keluarga miskin. Ayahnya orang Jerman dan ibunya orang Polandia. Pada tahun 1914 ayahnya ditangkap dan digantung atas tuduhan pemberontakan untuk kemerdekaan Polandia. 

Dilansir dari Kolbe Shrine, ketika ia berusia 10 tahun Raymund mendapatkan sebuah penglihatan. Ia melihat Sang Perawan Maria menampakkan diri kepadanya dan menawarkan dua mahkota simbolis: mahkota putih kesucian dan mahkota merah kemartiran. Raymund memilih keduanya. 

Raymund bergabung dengan Ordo Fransiskan pada usia 16 tahun bersama saudaranya, Francis. Untuk memasuki biara, mereka harus menyelundupkan diri ke dalam kereta gerobak jerami ke perbatasan Austria dan Polandia. 

Ada pula sumber lain yang mengatakan bahwa ia bergabung ke Seminari Fransiskan di Lwow pada usia 13 tahun. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore