Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 April 2025 | 20.02 WIB

Selamat Hari Paskah! Ini Sejarah Singkat Bagaimana Minggu Paskah Dirayakan oleh Gereja-Gereja Kristen

Ilustrasi Paskah. (freepik)

JawaPos.com - Hari Minggu Paskah adalah hari raya yang penting bagi umat Kristen sedunia dimana mereka merayakan kebangitan Yesus Kristus dari kematian setelah disalibkan. Serta menjadi hari di mana masa pantang dan puasa berakhir. 

Sesuai dengan penjelasan kitab injil di Perjanjian Baru, Yesus Kristus bangkit dari makamnya tiga hari setelah wafat. 

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, terdapat pendapat yang dikemukakan oleh Santo Bede Agung pada abad ke delapan bahwa nama Paskah (Easter) berasal dari nama Dewi Eostre. 

Dewi Eostre, atau Eostrae, adalah dewi dari mitologi Anglo-Saxon yang berkaitan dengan musim semi dan kesuburan. 

Paskah dalam Kristen

Setelah umat Kristen mengadakan ibadah untuk memperingati Minggu Palma, Kamis Putih, dan Jumat Agung, mereka akan merayakan Minggu Paskah untuk memperingati kebangkitkan Yesus.

Penetapan tanggal untuk memperingati dan merayakan kebangkitan Yesus sempat memicu kontroversi besar pada sejarah awal gereja Kristen. Hal ini bahkan memecah gereja menjadi dua, gereja timur dan barat. 

Perselisihan ini dikenal sebagai Kontroversi Paskah, yang baru dapat diselesaikan secara definitif pada abad ke delapan.

Di daerah Asia Minor atau gereja timur, umat Kristen setempat memperingati hari penyaliban Yesus di hari yang sama saat orang Yahudi merayakan jamuan Paskah. Lalu kebangkitan dirayakan dua hari setelahnya, tidak peduli jatuh di hari apa. Di gereja barat, dari kebangkitan dirayakan pada hari Minggu. 

Setelah itu, Hari Paskah selalu dirayakan pada hari minggu pertama setelah tanggal 14 bulan Nisan kalender Yahudi. 

Namun, gereja-gereja semakin memilih untuk merayakan Paskah pada hari Minggu, sehingga kaum Quartodeciman (pendukung hari ke-14) menjadi minoritas. 

Pada tahun 325, Konsili Nicea kemudian menetapkan bahwa Paskah harus dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama ekuinoks musim semi (21 Maret). Oleh karena itu, Hari Paskah dapat jatuh pada hari Minggu mana pun antara tanggal 22 Maret hingga 25 April.

Gereja ortodok timur menggunakan penanggalan yang berbeda. Mereka menggunakan kalender Yahudi dan bukan Gregorian (tiga belas hari lebih cepat). Karena itu mereka merayakan Paskah pada hari yang berbeda daripada gereja aliran lainnya. 

Pada abad ke 20, terdapat upaya yang dilakukan untuk menentukan tanggal pasti Paskah. Diusulkan Paskah dirayakan pada hari Minggu setelah Sabtu kedua di bulan April. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore