Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 06.03 WIB

Mengenal Perayaan Minggu Palma: Hari Minggu Menuju Pekan Paskah, Arti di Balik Perayaan dan Sejarahnya

Ilustrasi Minggu Palma (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Minggu (13/4) lalu, semua umat Katolik dan Kristen sedunia merayakan Minggu Palma, hari pertama dalam pekan suci menuju Hari Raya Paskah. 

Pada hari tersebut, kita akan sering melihat orang-orang berdatangan ke gereja sambil membawa atau pulang dengan daun palma yang akan mereka pajang dekat salib hingga Rabu Abu tahun berikutnya. 

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, Minggu Palma adalah hari untuk mengingat bagaimana meriahnya Tuhan Yesus disambut di Yerusalem beberapa hari sebelum ia disalibkan. 

Gereja-gereja mengasosiasikan perayaan ini dengan hari penuh berkat dan prosesi pengarakan dengan daun palma. 

Menurut buku catatan Peregrinatio Etheriae (Ziarah Etheria), upacara-upacara khusus ini berlangsung hingga akhir abad ke 4 di Yerusalem. Di Barat, bukti dokumentasi tertua dapat ditemukan pada Bobbio Sacramentary pada abad ke delapan. 

Sekarang perayaan ini tidak memiliki tanggal yang pasti, namun akan selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Hari Paskah. 

Kebanyakan gereja-gereja Kristen denominasi besar, seperti Ortodoks, Katolik, Lutheran, Methodist, Anglikan, Moravian, dan lainnya akan membagikan daun-daun palma kepada para umat untuk merayakan Minggu Palma

Makna Keledai 

Dilansir dari Christianity.com, satu lagi keunikan pada perayaan ini adalah Yesus memilih untuk mengendarai seekor keledai ketika memasuki Kota Yerusalem. 

Kitab Zakharia 9:9 menuliskan "Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion bersorak-sorailah, hari puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."

Dengan memilih untuk mengendarai seekor keledai, Yesus mendeklarasikan bahwa Ia-lah mesias yang telah dinanti-nantikan. 

Aksi Tuhan Yesus tidaklah hanya untuk memenuhi nubuat Zakharia, namun ada pula makna simbolisnya. 

Pada zaman dahulu, para raja selalu menunggangi kuda-kuda perang ketika mereka datang untuk menaklukan kerajaan lain. Akan tetapi, mereka juga akan mengendarai keledai sebagai tanda bahwa mereka datang dalam damai. 

Dari sini kita dapat melihat bahwa Yesus tidak datang untuk menjatuhkan Kekaisaran Roma, namun Ia datang sebagai Raja Damai yang membawakan kerendahhatian dan pengorbanan. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore