Ilustrasi ramadhan. (Freepik)
JawaPos.com - Puasa Ramadhan adalah ibadah yang memiliki sejarah panjang dalam ajaran Islam. Kewajiban ini tidak serta-merta turun begitu saja, tetapi melalui proses yang telah ditetapkan oleh Allah.
Dari masa sebelum Islam, perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW, hingga turunnya ayat Al-Quran yang mewajibkan ibadah ini, puasa Ramadhan menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam hingga saat ini.
Dilansir dari laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Rabu, (12/2) sejak zaman jahiliah, Allah telah memerintahkan manusia untuk berpuasa. Namun, saat itu banyak yang menentangnya.
Nabi Muhammad SAW sendiri sebelum turunnya perintah puasa Ramadhan, telah menjalankan puasa selama tiga hari setiap bulan dan berpuasa di hari Asyura, sebagaimana yang juga dilakukan Nabi Nuh AS.
Kewajiban puasa Ramadhan akhirnya ditetapkan pada tahun ke-2 Hijriyah, setelah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah ke Madinah. Hijrah ini bukan hanya upaya untuk menghindari gangguan kaum Quraisy, tetapi juga menjadi langkah dalam menyempurnakan ajaran Islam.
Turunnya perintah puasa ini tertulis dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183-184 yang menegaskan bahwa puasa telah diwajibkan bagi umat Islam, sebagaimana umat sebelumnya juga diperintahkan untuk berpuasa.
Setelah ayat ini turun, puasa Ramadhan menjadi salah satu kewajiban dalam rukun Islam. Ibadah ini harus dijalankan selama satu bulan penuh dengan cara menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Puasa juga menjadi amalan istimewa, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa Allah sendiri yang akan membalas ibadah puasa hamba-Nya karena mereka meninggalkan kesenangan dunia demi menjalankan perintah-Nya.
Mengapa puasa diwajibkan di bulan Ramadhan? dilansir melalui laman NU Online beberapa alasan mendasari kewajiban ini. Pertama, bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Para ulama berpendapat bahwa kitab suci ini diturunkan pertama kali pada 17 Ramadhan, bersamaan dengan kitab-kitab suci lain seperti Taurat, Zabur, dan Injil.
Kedua, adanya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ketiga, bulan Ramadhan juga menjadi saksi kemenangan umat Islam dalam Perang Badar, meski jumlah mereka lebih sedikit dibandingkan musuh.
Keempat, terjadi peristiwa Fathu Makkah atau pembebasan kota Makkah yang berlangsung tanpa pertumpahan darah, di mana banyak penduduk akhirnya memeluk Islam. Kelima, Ramadhan disebut sebagai induk dari semua bulan karena memiliki kemuliaan yang luar biasa.
Dengan berbagai keistimewaannya, puasa Ramadhan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah ini mengajarkan kesabaran, ketakwaan, serta kepedulian terhadap sesama.
Tak heran jika setiap Muslim menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita dan menjalankan ibadah ini dengan sebaik-baiknya. Bahkan saking istimewanya Ramadhan banyak dari kaum muslim merayakannya dengan mengkhatamkan Al-Quran dalam sebulan penuh.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
