Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juli 2024 | 03.00 WIB

Doa Setelah Adzan Lengkap Arab Latin dan Artinya: Menghampiri Keberkahan usai Panggilan Ibadah

IKON BARU: Masjid Akbar Moed’har Arifin di Jalan Deandels Km 31, Desa Sekapuk, Sidayu, Gresik, yang dibangun oleh almarhum Chairman PT Polowijo Gosari Group H Achmad Djauhari Arifin. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS) - Image

IKON BARU: Masjid Akbar Moed’har Arifin di Jalan Deandels Km 31, Desa Sekapuk, Sidayu, Gresik, yang dibangun oleh almarhum Chairman PT Polowijo Gosari Group H Achmad Djauhari Arifin. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS)

Jawapos.com - Adzan adalah panggilan suci yang mengajak umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat, salah satu rukun Islam yang utama.

Setelah terdengar adzan yang menggema, umat Islam diajarkan untuk mengucapkan doa tertentu sebagai bentuk tanggapan dan persiapan spiritual untuk melaksanakan ibadah.

Doa setelah adzan ini mengandung nilai-nilai kepatuhan kepada Allah SWT dan penghargaan terhadap agama Islam sebagai pedoman hidup.

Adzan bukan sekadar panggilan untuk shalat, tetapi juga sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT dan panggilan untuk memperkuat iman serta taqwa.

Doa setelah adzan mengajarkan umat Islam untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat iman yang diberikan, serta memohon keberkahan dan perlindungan Allah SWT dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Dengan mengucapkan doa ini, umat Islam menunjukkan kesadaran mereka akan pentingnya beribadah sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.

Berikut bacaan doa sesudah adzan lengkap dengan tulisan Arab, latin dan artinya seperti dilansir Jawapos.com dari laman Nu Online pada Minggu, (14/7).

Doa Sesudah Adzan Arab, Latin, dan Artinya

اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَـا مُحَمَّـدًا ࣙالْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا ࣙالَّذِيْ وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Allâhumma Rabba hâdzihid-da‘watit-tâmmati, wash-shalâtil-qâimati, âti sayyidanâ Muḫammada nil-washilata wal fadlîlata, wad-darajatar rafî’ata wab‘atshu maqâman maḫmûdani-lladzî wa‘adtah, innaka lâ tukhliful-mî‘âd(a)

“Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan shalat yang tetap didirikan, karuniailah Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi dan tempatkanlah dia pada kependudukan yang terpuji yang telah Kaujanjikan, sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji, wahai dzat yang paling Penyayang.”

Dengan mengucapkan doa ini, umat Islam mengakui keagungan adzan sebagai panggilan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon agar Nabi Muhammad saw. diberikan kedudukan mulia di sisi-Nya.

Selain itu, doa yang disunahkan untuk diucapkan setelah doa di atas adalah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan termasuk orang-orang yang suci."

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore