
Ilustrasi haji. (Istimewa)
JawaPos.com - Haid atau datang bulan merupakan fitrah seorang wanita yang diberikan Allah.
Namun adanya haidbagi wanita, sering kali menjadi persoalan terkait bagaimana tata cara haji bagi wanita haid?
Diriwayatkan oleh Hadis Riwayat (HR) Muslim yang menyebutkan “Lakukan apa saja yang dilakukan oleh orang yang menunaikan ibadah haji kecuali tawaf di Baitullah hingga engkau suci," HR. Muslim.
Haid termasuk dalam hadas besar, oleh karena itu wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan untuk melakukan tawaf.
Tawaf merupakan salah satu rukun haji maupun umrah, sama seperti shalat, syarat sahnya adalah dalam keadaan suci atau bebas dari hadas besar maupun kecil.
Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2024 terbitan Kementerian Agama RI juga menjelaskan, semua rukun dan wajib haji boleh dilaksanakan perempuan dalam kondisi haid atau nifas, kecuali tawaf.
Namun jika kondisi terjadi haid setelah tawaf, ia boleh melanjutkan dengan bersa'i dengan cara memampatkan atau menyumpal jalan darah haid supaya tidak menetes.
Baca Juga: Pakai Fast Track, Jemaah Haji Tak Perlu Dicek Lagi di Madinah atau Jeddah
Artinya, ketika wanita mengalami haid saat ibadah haji, tetap diperbolehkan melakukan rangkaian ibadah haji seperti ihram dan wukuf di Arafah.
Sementara itu, menurut pendapat dari Imam Abu Hanifah, perempuan dalam kondisi haid diperbolehkan melakukan tawaf tetapi wajib membayar dan seekor unta.
Menurut Mazhab Hanafi, boleh melakukan tawaf ifadhah dalam kondisi haid namun dikenakan dam satu ekor unta dan menurut Madzhab Hambali, boleh melakukan tawaf ifadhah dalam kondisi haid dengan
membayar seekor kambing.
Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2024 terbitan Kementerian Agama RI juga dijelaskan, salah satu solusi wanita muslim agar ibadah haji tidak terhalang haid, yakni dengan meminum pil anti haid sesuai petunjuk dokter.
Dikutip dari situs resmi kementerian Agama kemenag.go.id, wanita yang sedang haid atau berhalangan tetap wajib berniat dan ihram di Bir Ali sebelum meninggalkan Madinah menuju ke Makkah.
Melaksanakan salat sunah ihram dua rakaat di Miqat Bir Ali kemudian berniat ihram umrah/haji dengan niat di dalam hati dan mengucapkan dengan lisan. Sedangkan bagi jamaah perempuan yg sedang haid dan jamaah sakit cukup berniat ihram umrah/haji di dalam bus.
Baca Juga: Menag Minta Pihak Hotel Tidak Tempatkan Jamaah Haji Lansia Berfasilitas Bath Up
Sedangkan untuk gelombang kedua, melaksanakan miqat saat berada di pesawat yang sedang terbang di sepanjang garis sejajar Qarnul Manazil atau yang dikenal dengan Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Untuk Tawaf Wada, wajib bagi jamaah haji yang akan meninggalkan makkah, tawaf wada merupakan penghormatan terakhir kepada baitullah, jamaah yang meninggalkan tawaf wada, dikenakan dam satu ekor kambing.
Namun Nabi SAW memberikan rukhsah atau (keringanan) kepada wanita yang haid untuk tidak tawaf Wada, Perempuan yang haid atau nifas tidak diwajibkan melakukan tawaf wada, Penghormatan kepada Baitullah cukup dilakukan dengan berdoa di depan pintu gerbang Masjid al-haram.
***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
