
5 Alasan Penting Mengapa Anda Dianjurkan Puasa di Bulan Syaban./Freepik
JawaPos.com - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Islam. Bulan ini memiliki makna dan keistimewaan tersendiri dalam agama Islam. Secara historis, bulan Syaban memiliki hubungan erat dengan bulan Ramadan yang akan datang.
Syaban adalah bulan yang sangat istimewa, karena Nabi SAW pernah berkata, "Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku."
Sebagian besar umat Islam memiliki amalan khusus yang dilakukan selama bulan Syaban, seperti mengadakan majelis ilmu, baca Al-Quran bersama-sama, memperbanyak sedekah, hingg berpuasa.
Meskipun berpuasa di bulan Syaban hukumnya sunnah dan tidak diwajibkan untuk berpuasa seperti di bulan Ramadan, banyak umat Islam yang memilih untuk berpuasa di beberapa hari tertentu dalam bulan Syaban sebagai bentuk upaya mencari Ridho Allah SWT dan sebagai persiapan untuk menyambut Ramadan.
Dilansir dari Muslim Hands UK pada Senin (19/2), berikut merupakan 5 alasan penting mengapa umat Islam harus berpuasa di bulan Syaban.
1 Perbuatan kita diangkat kepada Allah di bulan Syaban
Perbuatan baik yang kita lakukan diangkat kepada Allah SWT melalui Batu Mulia yang ada di Masjid Al-Aqsa. Proses pengangkatan ini terjadi setiap hari pada waktu shalat Fajr dan 'Asr, juga setiap pekan pada hari Senin dan Kamis, serta setiap tahun khususnya pada bulan Syaban. Ini merupakan salah satu cara di mana Allah menerima dan mengangkat amal kebaikan yang kita lakukan sebagai seorang Muslim.
Usamah ibn Zaid (ra) berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan sebanyak bulan Syaban."
Rasulullah SAW berkata, "Itu adalah bulan yang diabaikan oleh banyak orang, di antara Rajab dan Ramadan. Itu adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Tuhan semesta alam, dan aku suka agar amal-amal ku diangkat saat aku berpuasa."
2. Bulan puasa yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad SAW
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa Syaban adalah 'bulan saya'. Bahkan, beliau senang berpuasa pada bulan Syaban lebih dari bulan Hijriyah lainnya
Oleh karena itu, berpuasa di bulan Syaban merupkan cara bagi kita untuk mengekspresikan cinta kita terhadap Sunnah Nabi dan keinginan kita untuk dekat dengannya di Akhirat. "Dan barangsiapa yang mencintai Sunnahku, dia telah mencintaiku; dan barangsiapa yang mencintaiku akan bersamaku di Surga," HR Tirmidzi.
3. Mengganti puasa Ramadhan yang terlewat
Para ulama menyarankan kita untuk mengganti puasa fardhu yang tertinggal dari Ramadan tahun sebelumnya sebelum Ramadan berikutnya datang. Hal ini didasarkan pada Nabi Muhammad SAW yang memberi dukungan kepada istri-istri beliau dalam bulan Syaban dengan ikut berpuasa bersama mereka.
Selain itu, ketika mereka mengganti puasa fardhu yang terlewat di bulan Ramadan, beliau juga mengganti puasa sunnah (nafl) di bulan ini sebelum Ramadan tiba.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
