
Ilustrasi gerakan feminisme. (pixabay/viarami)
JawaPos.com - Gelombang pertama gerakan feminisme diserukan pertama kali oleh sebuah gerakan yang dimulai pada pertengahan tahun 1800-an.
Gerakan feminisme, diserukan untuk memperjuangkan hak suara perempuan untuk memperoleh kedudukan yang sama dengan laki-laki.
Namun, saat ini gerakan feminisme semakin berkembang dan terlihat sangat berbeda dibandingkan generasi terdahulu.
Berkat penggunaan teknologi dalam gerakan aktivis, para feminis mengatakan bahwa arus utama dalam gerakan feminisme telah mengadopsi ide alternatif terkait arti feminisme yang didasari oleh keberagaman latar belakang.
Dikutip dari ABC News, Sebatu (9/12), para aktivis feminis mengatakan bahwa perjuangan mereka adalah untuk kepentingan semua orang dari semua gender, ras, dan lainnya, yang dipimpin oleh beragam gagasan untuk membuka jalan bagi kesetaraan gender di seluruh dunia dalam gelombang keempat feminisme yang terjadi saat ini.
Apa definisi feminisme modern?
Feminisme merupakan keyakinan terhadap kesetaraan semua gender, seperangkat nilai yang bertujuan untuk menghilangkan ketidaksetaraan gender, dan struktur yang mendukungnya.
Ketimpangan yang dimaksud dapat berupa kesenjangan upah, sulitnya akses layanan kesehatan berbasis gender, ekspektasi sosial yang kaku, atau kekerasan berbasis gender yang masih berdampak pada masyarakat di mana pun hingga saat ini.
Dalam beberapa dekade terakhir, gerakan feminisme modern mulai secara proaktif mengangkat suara orang-orang yang biasanya terabaikan dalam gerakan feminis arus utama di masa lalu. Hal itu termasuk perempuan berkulit hitam, serta orang-orang yang beragam gender.
“Jenis kelamin, ras, disabilitas, kelas, seksualitas, dan banyak lagi – semua bagian dari diri kita menghasilkan pengalaman hidup yang berbeda dan juga membantu kita memahami bahwa tidak ada seorang pun di antara kita yang berdiri sendiri,” kata Diana Duarte, Direktur Kebijakan dan Keterlibatan Strategis kelompok feminis MADRE.
Duarte mengatakan bahwa “kepribadian merupakan hal politis” dalam feminisme, “yang merupakan cara memahami bahwa pengalaman pribadi kita dibentuk oleh realitas politik yang terjadi di sekitar kita.
Feminisme modern telah merangkul gagasan teori feminis kulit hitam dan queer, dengan memahami bagaimana isu gender, ras, dan seksualitas saling berhubungan.
Mengangkat semangat kelompok masyarakat yang paling terpinggirkan akan membawa kemajuan bagi kemajuan kesetaraan gender di seluruh dunia, menurut para aktivis.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
