Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 23.19 WIB

Gerakan Feminisme di Era Modern Makin Jauh dari Generasi Terdahulu, Simak Definisi, Sejarah, Langkah hingga Perkembangan

Ilustrasi gerakan feminisme. (pixabay/viarami) - Image

Ilustrasi gerakan feminisme. (pixabay/viarami)

JawaPos.com - Gelombang pertama gerakan feminisme diserukan pertama kali oleh sebuah gerakan yang dimulai pada pertengahan tahun 1800-an. 

Gerakan feminisme, diserukan untuk memperjuangkan hak suara perempuan untuk memperoleh kedudukan yang sama dengan laki-laki.

Namun, saat ini gerakan feminisme semakin berkembang dan terlihat sangat berbeda dibandingkan generasi terdahulu.

Berkat penggunaan teknologi dalam gerakan aktivis, para feminis mengatakan bahwa arus utama dalam gerakan feminisme telah mengadopsi ide alternatif terkait arti feminisme yang didasari oleh keberagaman latar belakang.

Dikutip dari ABC News, Sebatu (9/12), para aktivis feminis mengatakan bahwa perjuangan mereka adalah untuk kepentingan semua orang dari semua gender, ras, dan lainnya, yang dipimpin oleh beragam gagasan untuk membuka jalan bagi kesetaraan gender di seluruh dunia dalam gelombang keempat feminisme yang terjadi saat ini.

Apa definisi feminisme modern?

Feminisme merupakan keyakinan terhadap kesetaraan semua gender, seperangkat nilai yang bertujuan untuk menghilangkan ketidaksetaraan gender, dan struktur yang mendukungnya.

Ketimpangan yang dimaksud dapat berupa kesenjangan upah, sulitnya akses layanan kesehatan berbasis gender, ekspektasi sosial yang kaku, atau kekerasan berbasis gender yang masih berdampak pada masyarakat di mana pun hingga saat ini.

Dalam beberapa dekade terakhir, gerakan feminisme modern mulai secara proaktif mengangkat suara orang-orang yang biasanya terabaikan dalam gerakan feminis arus utama di masa lalu. Hal itu termasuk perempuan berkulit hitam, serta orang-orang yang beragam gender.

“Jenis kelamin, ras, disabilitas, kelas, seksualitas, dan banyak lagi – semua bagian dari diri kita menghasilkan pengalaman hidup yang berbeda dan juga membantu kita memahami bahwa tidak ada seorang pun di antara kita yang berdiri sendiri,” kata Diana Duarte, Direktur Kebijakan dan Keterlibatan Strategis kelompok feminis MADRE. 

Duarte mengatakan bahwa “kepribadian merupakan hal politis” dalam feminisme, “yang merupakan cara memahami bahwa pengalaman pribadi kita dibentuk oleh realitas politik yang terjadi di sekitar kita.

Feminisme modern telah merangkul gagasan teori feminis kulit hitam dan queer, dengan memahami bagaimana isu gender, ras, dan seksualitas saling berhubungan.

Mengangkat semangat kelompok masyarakat yang paling terpinggirkan akan membawa kemajuan bagi kemajuan kesetaraan gender di seluruh dunia, menurut para aktivis.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore