Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Juli 2023, 22.51 WIB

Cara Membuat Kompos yang Simpel, Cocok untuk Proker KKN yang Ramah Lingkungan

LINGKUNGAN HIJAU: Suroto membuat pupuk kompos dari limbah rumah tangga dan dedaunan. Warga sekitar boleh menyetorkan sampah organik. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

LINGKUNGAN HIJAU: Suroto membuat pupuk kompos dari limbah rumah tangga dan dedaunan. Warga sekitar boleh menyetorkan sampah organik. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com- Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu tahapan yang wajib diikuti oleh mahasiswa menuju semester akhir. KKN merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Biasanya tiap kelompoknya akan ditempatkan di desa-desa.

Dalam melaksanakan KKN, dibutuhkan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. sebagai salah satu contohnya, adalah membuat kompos (pupuk organik). Hal ini karena terbilang cukup mudah untuk membuatnya dan sangat berguna bagi masyarakat.

Kompos sendiri dibuat dari bahan-bahan organik seperti rumput, jerami, sisa ranting dan dahan, kotoran hewan, bunga yang rontok, dan air kencing hewan ternak, serta bahan organik lainnya.

Ketika ingin membuat kompos tentu membutuhkan alat dan bahan yang harus dipersiapkan. Adapun, alat yang harus dipersiapkan untuk membuat kompos, yaitu wadah berukuran besar dengan penutup (Tong atau ember) dan sarung tangan.

Sementara bahan yang dibutuhkan untuk membuat kompos adalah sampah sisa sayuran atau makanan, tanah, air secukupnya, arang sekam, kapur, dan cairan pupuk EM4 sebagai bahan tambahan.

Dilansir dari website DLH Palangkaraya, berikut ini merupakan langkah untuk membuat kompos yang cocok digunakan sebagai program kerja (proker) KKN:

  1. Siapkan sampah rumah tangga yang akan diolah untuk menjadi pupuk kompos.
  2. Pisahkan sampah organik dengan sampah plastik sampah organik nantinya akan digunakan sebagai pupuk kompos.
  3. Siapkan wadah berukuran besar untuk membuat kompos wadah yang disiapkan harus tertutup agar pupuk yang dibuat tidak terkontaminasi.
  4. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik. Ketebalan tanah bisa disesuaikan dengan wadah dan banyaknya sampah organik.
  5. Siram permukaan tanah dengan menggunakan air secukupnya.
  6. Masukkan sampah organik yang telah dicampur dengan arang sekam dan kapur pertanian dengan ke dalam wadah. Pastikan sampah disimpan secara merata sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah.
  7. Siram dengan air yang bercampur cairan EM4.
  8. Masukkan lagi tanah ke dalam wadah hal ini tanah berperan sebagai penutup sampah.
  9. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar 3 minggu.

Setelah membuat kompos, simpan kompos di tempat yang sejuk dan tidak terkontaminasi oleh air hujan dan juga hewan. Setelah 3 minggu kompos siap digunakan untuk memupuk semua jenis tanaman yang ada di rumah.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore