Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2016 | 21.45 WIB

Kementerian PUPR Kirim Alat Berat dan Tangki Air ke Lokasi Bencana Aceh

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Tim Tanggap Darurat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dipimpin langsung oleh Menteri Basuki Hadimuljono bertolak ke Aceh melihat langsung kondisi daerah yang terkena gempa.



Menteri Basuki menyatakan dalam kondisi darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.



Karenanya, pihaknya sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian.



"Kita akan manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA)  terdekat untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian," ujar Basuki dalam keterangan tertulisa yang diterima JawaPos.com, Kamis (8/11).



Ia menambahkan bahwa saat ini ada tiga IPA, namun hanya bisa dipakai satu IPA saja. Dua IPA mengalami kerusakan akibat gangguan listrik.



Untuk memastikan jalur logistik berjalan lancar, termasuk makanan dan obat-obatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satgas Penangulangan Bencana telah mengirimkan sejumlah peralatan berat untuk membantu tanggap darurat Gempa bumi di Aceh.



Bantuan alat berat dimanfaatkan untuk membantu evakuasi terhadap korban bencana. Sejak kemarin sudah dikerahkan di Kabupaten Pidie Jaya berupa  dua excavator dan satu w loader yang diturunkan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Aceh . 



"Sedangkan bantuan peralatan yang sudah berada di  lokasi pengungsian berupa empat unit mobil tangki air dengan  kapasitas masing-masing 6000 liter," katanya.



Sementara untuk mengantipasi kekurangan sarana, saat ini sedang dalam perjalanan dari Depo Regional Medan adalah lima unit mobil tangki air kapasitas 4000 iter,  70 unit hidran umum 2000 liter, 30 unit hidran umum 1000 liter dan MCK knockdown sebanyak 80 unit.



Dari hasil pengecekan awal di lapangan, dilaporkan beberapa infrastruktur mengalami kerusakan diantaranya retak memanjang pada badan jalan Sta. 142+300 (Pante Raja) sepanjang 200 m dengan lebar 20 cm dan kedalaman 1,2 m, bahu jalan retak pada Sta 125 + 000 (Lueng Putu/Pidie Jaya), bahu jalan amblas sepanjang 300 m di Sta 129 + 000 arah Banda Aceh – Medan, dan kerusakan pada oprit jembatan.



"Kita juga sedang melakukan identifikasi kerusakan bangunan publik (antara lain sekolah, masjid, puskesmas) dan bangunan milik warga, agar nanti bisa dilakukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi secepatnya," tutup Menteri Basuki.



Sementara itu, khusus untuk kondisi Bendungan Rajui yang berada di Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie dan diresmikan tahun 2015 dilaporkan secara keseluruhan dalam kondisi aman.(cr2/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore