
Ilustrasi pemberian pasokan air bersih di wilayah Wonogiri Selatan yang mengalami kekeringan
JawaPos.com - Belakangan ini, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara tengah mengalami kekeringan yang cukup parah. Dampak badai El Nino telah menyebabkan kekeringan semakin meluas.
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menuturkan, bahwa ada sekitar 3,9 juta jiwa yang bermukim 2.726 desa di 715 kecamatan dan 105 kabupaten kota di Jawa dan Nusa Tenggara mengalami kekeringan. Sebagian besar wilayah merupakan daerah yang selalu mengalami kekeringan setiap tahunnya.
Guna mengatasi ini, perlu upaya terpadu dan berkelanjutan. Kekeringan adalah resultan dari permasalahan lingkungan di bagian hulu dan hilirnya. Perlu solusi jangka pendek, menengah dan panjang.
"Jangka pendek dilakukan dengan memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau hingga memasuki musim penghujan nanti. Pemerintah dan pemda melakukan droping air bersih," kata dia kepada JawaPos.com, Selasa (12/9).
Bahkan setiap tahun, BPBD dibantu relawan, SKPD, PMI, NGO memberikan droping air bersih melalui tangki air. Sementara BNPB kata dia memberikan bantuan dana siap pakai bagi BPBD.
"Pembangunan bak penampungan air, embung, peningkatan pipanisasi dan sumur bor. Kementerian PUPR , Pemda dan Kementerian ESDM sudah banyak membangun sumur bor, embung dan bak penampungan air," sambung dia.
Lanjut dia menerangkan bila bantuan BNPB untuk pembangunan sumur bor, embung dan bak penampungan air ternyata telah mampu mengurangi dampak kekeringan di berbagai daerah. Pembangunan konservasi tanah dan air melalui pemanenan hujan dengan sumur resapan, biopori, rorak dan lainnya telah banyak dilakukan.
Lalu untuk upaya jangka panjang kata dia juga dilakukan. "Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, reboisasi dan penghijauan, pengelolaan DAS terpadu, pembangunan bendung dan waduk, revitalisasi embung dan saluran irigasi, konservasi tanah dan air. Pemerintah saat ini terus menyelesaikan pembangunan bendungan dengan target pembangunan 65 bendungan selama 2015-2019," tutur dia.
Di antara target sebanyak itu, tujuh bendungan sudah dirampungkan hingga akhir 2016. Ketujuh bendungan itu adalah Bendungan Jatigede, Bendungan Bajulmati, Bendungan Nipah, Bendungan Titab, Bendungan Paya Seunara, dan Bendungan Teritib. Sementara itu, pada 2017 ditargetkan tambahan tiga bendungan selesai yaitu Bendungan Raknamo, Bendungan Tanju, dan Bendungan Marangkayu.
"Hingga akhir 2019, pemerintah menargetkan pembangunan 29 bendungan selesai, sehingga, menambah tampungan air sebanyak 2 miliar meter kubik," sambung Sutopo yang juga merupakan dosen Pascasarjana Prodi Studi Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia itu.
Menurut dia, konsistensi dan keberlanjutan upaya penanganan kekeringan melalui berbagai program dan kegiatan tersebut perlu didukung bersama. "Perlu solusi permanen untuk mengatasi hal ini dengan gerakan bersama. Jika tidak kekeringan akan terus berulang setiap tahun," tukas dia.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
