
Soleh, kucing di KPP Pratama Serpong Jabatan Penyuluh Ahli Meow. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Tidak semua pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak adalah manusia. Ada ”pegawai istimewa” yang menjabat penyuluh ahli meow. Ia ”berdinas” di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Serpong. Soleh namanya.
---
YA, Soleh adalah seekor kucing. Anabul itu belakangan ini jadi primadona. Kehebohan Soleh berawal dari medsos Ditjen Pajak. ”Kali ini mau kenalin Soleh, salah satu anggota dari keluarga besar DJP yang sehari-hari bisa #KawanPajak temui di @pajakserpong,” cuit akun Twitter Ditjen Pajak (24/11).
Perkenalan Soleh di jagat medsos itu mendapat sambutan hangat. Saking hebohnya, hingga berita ini ditulis, twit utas itu sudah di-retweet hampir 1.400 kali dan di-like lebih dari 2.400 kali.
Pesona Soleh memang tak main-main. Salah seorang pegawai KPP Pratama Serpong, Eta Monika Nurmasari, menceritakan, sejak kali pertama menampakkan diri di KPP Pratama Sepong, mayoritas pegawai di sana langsung jatuh cinta pada Soleh.
Soleh masih kitten waktu itu. Usianya sekitar 2 bulan. ”Saat itu masa pandemi, di kantor sepi. Tiba-tiba ada kucing datang masuk kantor, kami (para pegawai KPP Serpong) langsung seneng,” ujarnya kepada Jawa Pos Selasa (6/12).
Respons bersahabat itu bikin Soleh betah berlama-lama ”ngantor”. Apalagi, lanjut Eta, dia dan beberapa rekannya di kantor memiliki support group yang berisi para animal lovers. Mereka berinisiatif membeli makanan kucing.
Tak hanya buat Soleh, tapi juga kucing-kucing lain yang berkunjung ke KPP Pratama Serpong. ”Untuk steril dan vaksin lengkap juga kami urunan,” kata perempuan asal Kulon Progo itu.
Saat ”ngantor”, Soleh cukup aktif berjalan-jalan ke tiap sudut. Pemandangan itu sudah jamak ditemui setiap hari. Kepala KPP Serpong Muktia Agus Budi Santosa memang membolehkan Soleh melenggang dengan mudahnya di kantor. Saat dikunjungi Jawa Pos Selasa (6/12), Soleh memakai kostum batik. Penampilannya makin menggemaskan dengan name tag bertulisan Penyuluh Ahli Meow.
”Kami ingin menciptakan lingkungan kantor yang ramah untuk semuanya, termasuk kucing,” tutur Muktia. Bahkan, para pegawai KPP Pratama Serpong yang jadi pawrents Soleh sering gemas dan membelikan berbagai treats maupun keperluan anabul itu.
Eta melanjutkan, pemilihan nama Soleh bukannya tanpa sebab. Kucing jantan berjenis domestic short hair itu terbilang sangat aktif. ”Nama kan doa ya. Awalnya ia ’ngereog’ gitu, pecicilan. Kami kasih nama Soleh dengan harapan jadi anak yang saleh, eh, kucing yang saleh,” selorohnya.
Photo
Saat ”ngantor”, Soleh cukup aktif berjalan-jalan ke tiap sudut. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Soleh sejatinya bukanlah satu-satunya kucing yang datang ke KPP Pratama Serpong. Dulu ada kucing lain bernama Tiko yang sempat datang. Ia merupakan kakak Soleh. Sayang, Tiko harus pergi melintasi ”rainbow bridge”. Ia berpulang karena virus Calici yang dideritanya.
Karena lokasi yang cukup lega, kantor itu juga menjadi tempat singgah berbagai kucing. Namun, rata-rata hanya numpang makan, lalu pergi. Hanya Soleh yang ”menetap” sampai saat ini usianya sudah 1,5 tahun.
Banyaknya anabul yang wara-wiri ke KPP Pratama Serpong pun menjadi pelepas penat. Mufida Ustadnia dan Adi Kuncoro Jati, pegawai KPP Pratama Serpong rekan Eta, mengamini hal itu. ”Seneng, kalau sudah ngelus Soleh atau ngajak bermain bisa ngilangin bosen,” jelas Mufida.
Kini Soleh makin populer. Sejak viral di medsos, ia mendapat banyak tawaran wawancara dari berbagai media. Akun Instagram @solehthecat sudah diikuti lebih dari 15 ribu followers. Kehebohan itu membuat para wajib pajak yang berkunjung menyadari kehadiran Soleh dan turut mengabadikan tingkah polahnya.
Random act of kindness tersebut diharapkan bisa menjadi contoh dalam memberikan ruang aman bagi sesama makhluk hidup. ”Kalaupun ada instansi, perkantoran, ataupun orang yang tidak bisa menerima kehadiran kucing, setidaknya bersikap baiklah. Jangan dijahati. Intinya ya kita sesama makhluk hidup bisa saling menyayangi,” ungkap Eta.
Photo
DOA DI BALIK NAMA: Soleh bersama para pegawai KPP Pratama Serpong saat dikunjungi, Selasa (6/12). Anabul aktif itu diberi nama Soleh supaya tidak pecicilan dan jadi anak, eg, kucing yang saleh. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
