
BEDA: Komunitas Sekepal Pedal selalu mencari tema gowes di setiap pekannya. Bukan hanya rute dan tujuan, pun dengan menu kulinernya. (Sekepal Pedal for Jawa Pos)
Bagi sebagian orang, pandemi Covid-19 memberikan inspirasi berkegiatan olahraga. Salah satunya adalah Sekepal Pedal, komunitas sepeda yang baru intens gowes saat pagebluk virus korona menyebar. Mereka melewati jalur berbeda setiap minggunya. Situs budaya menjadi pilihan utama.
---
Semangat berolahraga, terutama bersepeda, kian semarak ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Musibah tersebut memunculkan berkah tersendiri bagi sebagian orang, seperti blessing in disguise. Kini, masyarakat terpacu untuk terus berolahraga supaya tetap fit.
Sekepal Pedal adalah satu di antara beberapa ’’produk” pandemi Covid-19. Komunitas yang beranggota sebagian karyawan MPM (Mitra Pinasthika Mustika) tersebut mencoba konsisten bersepeda setiap akhir pekan dengan rute yang selalu berbeda.
’’Sebelum pandemi, kami sering gowes bareng, tapi belum rutin. Setelah Lebaran, kami mulai lebih serius,” kata pentolan Sekepal Pedal Arissyah Rinaldi kepada Jawa Pos. Aris menjelaskan, komunitasnya selalu mencari tema gowes di setiap pekannya. Tidak hanya untuk rute, tetapi juga urusan kuliner. ’’Biar semakin semangat gowesnya,” lanjutnya.
Setiap kali gobar atau gowes bareng, Sekepal Pedal minimal menempuh jarak 40–50 kilometer. Jarak yang cukup jauh karena mayoritas mereka menggunakan sepeda lipat (seli).
Tujuan seperti candi dan pelabuhan sudah mereka kunjungi sejauh ini. Rute-rute melewati Kota Surabaya juga menjadi pilihan mereka. ’’Kami juga mampir ke Benteng Kedung Cowek,” lanjut Aris.
Sekepal Pedal sekarang memiliki 15 anggota. Delapan di antaranya adalah karyawan MPM. Sedangkan yang lain dari kawan satu perumahan. Namun, mereka tidak menutup diri buat siapa pun yang mau gabung gowes bareng.
Meski sebagian besar menggunakan seli, ada anggota Sekepal Pedal yang masih memakai MTB ataupun sepeda yang tahun ini naik daun, minion. Yang penting, lanjut Aris, komunitasnya tetap menaati setiap regulasi di jalan raya.
Nah, di antara anggota Sekepal Pedal, ada seorang yang menjadi mekanik, penyelamat saat muncul masalah selama di perjalanan. Dia adalah Shochib Karim. Sochib merupakan pengguna sepeda minion. Dia kerap didapuk sebagai teknisi jika ada anggota lain yang mengalami masalah.
’’Tetapi, sekarang kan canggih, teman-teman sudah paham. Ada yang membawa pompa elektrik, misalnya,” kata Shochib. Dia juga selalu membawa alat-alat, termasuk ban dalam, selama gowes.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
