Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 November 2020 | 23.16 WIB

Jajal Olahraga In-line Skate, Bisa Dipelajari dalam Waktu 1–2 Jam

LATIHAN KESEIMBANGAN: Untuk bisa melaju dengan in-line skate, kuasai teknik dasar. Yakni, cara maju, berbelok, dan mengerem. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

LATIHAN KESEIMBANGAN: Untuk bisa melaju dengan in-line skate, kuasai teknik dasar. Yakni, cara maju, berbelok, dan mengerem. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Sejumlah remaja dan anak-anak tampak asyik berlatih in-line skate pekan lalu. Mereka adalah anggota komunitas Rollerblade Surabaya City (RSC) In-line Academy. Meskipun, anggota yang berkumpul tidak sebanyak sebelum pandemi.

---

Alain Jason Widjanarko, misalnya. Remaja 15 tahun itu mengenal in-line skate sejak kelas V SD. ”Dulu cuma ikut-ikutan soalnya lagi booming. Eh kok keterusan jadi hobi. Terus, makin ke sini makin tertarik dan banyak ikut event in-line skate berseri,” ceritanya.

Jason –sapaannya– kerap memenangkan lomba di event in-line skate kategori Freestyle dan Speed Slalom. Dia pun mendapat beasiswa jalur prestasi untuk masuk ke SMA-nya yang sekarang. Pelajar kelas X SMA itu punya cita-cita baru. ”Nantinya pengin punya klub sendiri dan juga jadi pelatih,” terangnya saat dijumpai di Mal Grand City, Surabaya.

Cita-cita baru juga dimiliki Abu Nawas. Bocah 11 tahun itu ingin bisa menjadi atlet di masa depan. Abu bercerita bahwa dirinya mulai belajar olahraga in-line skate sejak umur enam tahun. ”Jadi punya banyak teman. Sering ikut lomba-lomba dan rasanya menyenangkan,” tuturnya saat ditemui di sela-sela latihan.

Alair Jesselyn pun tak mau kalah dengan dua temannya yang masuk bersamaan dengan dirinya di akademi tersebut. Perempuan 11 tahun itu mengaku tidak pernah takut bersaing kecepatan dengan mereka. ”Aku malah senang waktu harus melaju cepat di speed slalom. Rasanya menantang,” ungkap Jesselyn.

Olahraga in-line skate punya beragam manfaat untuk tubuh. Hal itu dijelaskan Rico, owner Rollerblade Indonesia. ”Selain melatih keseimbangan, ini bagus buat kardio,” tuturnya. Dia menambahkan, ada survei yang menyebutkan bahwa olahraga tersebut punya persentase yang sangat rendah untuk cedera.

”Mungkin kalau belum coba, kelihatannya susah dan takut jatuh. Padahal, kalau sepatu yang dipakai sudah standar dan semua latihan basic sudah dikuasai, nggak bakal jatuh,” tuturnya. Efek buruk ke tubuh pun hampir tidak ada. Berbeda dengan beberapa olahraga yang bertumpu pada kekuatan lutut.

Rico menuturkan, hal awal sebelum berjalan dengan sepatu roda adalah melatih keseimbangan. Jalan di tempat di atas karpet menjadi salah satu tip. Setelah sudah bisa seimbang, baru belajar jatuh dengan cara pegangan pada lutut. Setelah itu, dilanjutkan dengan belajar bangun. Kalau sudah menguasai itu, baru bisa keluar karpet dan mulai berlatih jalan.


”Yang sering salah itu, biasanya orang tua langsung menyuruh untuk berjalan tanpa belajar keseimbangan dulu. Akhirnya dituntun terus. Kalau begitu, nggak bakal bisa,” sambungnya. Kemudian masuk ke pelajaran basic berjalan, ada tiga poin yang harus dikuasai. Yakni, cara maju, berbelok, dan mengerem. ”Kalau sudah bisa itu, satu–dua jam pun sudah bisa melaju. Nggak pakai hitungan hari,” imbuhnya.

---

MEMULAI BELAJAR IN-LINE SKATE

  • Pilih sepatu roda dengan ban karet. Sebab, itu berpengaruh dalam melatih keseimbangan dan saat melaju.

  • Usahakan pakai pelindung siku dan lutut serta helm.

  • Kuasai teknik dasar dulu, jangan langsung meluncur.

  • Di dalam latihan dasar, ada poin keseimbangan dan berjalan dengan sepatu roda.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore