
CEPAT BELAJAR: Aksi Shaffron melewati obstacle dalam Jatim Agility Race 3 di Food Junction Minggu (18/10). Ia dilatih selama enam bulan untuk mengikuti kontes ini. Hasilnya, Shaffron meraih predikat Best of the Best. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Membangun kedekatan dengan anjing kesayangan tidak melulu dengan bercengkerama atau manja-manjaan. Belaian dan tatapan memang membuat pawrent dan asuhannya semakin klik, tapi latihan ketangkasan dan kompetisi juga bisa.
---
Berbagai jenis anjing memenuhi pelataran Food Junction di Tandes, Surabaya, akhir pekan lalu. Para pawrent juga sibuk ”bercakap-cakap” atau menggosok pelan kepala dan badan anak-anak berbulu mereka. Sebuah kompetisi bergengsi digelar di sana. Namanya, Jatim Agility Race 3. Maka, berdatanganlah para pemilik sekaligus pencinta anjing dari berbagai wilayah Jawa Timur (Jatim).
”Untuk sesi ini, saya bawa si imut ini, Mas. Jenis beagle,” ujar Wisnu Suryo, peserta asal Malang, saat dijumpai Jawa Pos di area kompetisi pada Minggu (18/10). Ada dua sesi race pada ajang dua hari tersebut. Masing-masing terdiri atas tiga kategori. Yakni, small, medium, dan large. Para peserta memperebutkan piala dari penyelenggara. Yakni, Perkumpulan Pencinta Pet Jatim dan Surabaya Agility Club.
Selain beagle seperti peliharaan Wisnu, ada banyak jenis anjing yang lain dalam kompetisi itu. Mulai jenis campuran (mix breed) seperti schnoodle sampai berbagai ras lainnya. Di antaranya, pomeranian, pudel, cavalier king charles spaniel, bedlington terrier, maltese, dan siberian husky.
Teriakan dan tepuk tangan tak henti mengiringi aksi anjing-anjing yang terlatih itu. Kompetisi berlangsung sejak pukul 16.00 sampai malam. Di antara banyak jenis anjing yang unjuk kebolehan, apresiasi terbanyak mendarat pada beagle dan bedlington terrier. Para penonton terkesan saat dua jenis anjing itu berusaha menaklukkan obstacle dalam race.
Sesulit apa melatih anjing kesayangan di rumah? Wisnu menyatakan bahwa tantangan setiap pawrent tidak sama, bergantung jenis yang mereka asuh. Namun, rata-rata latihan dasar membutuhkan waktu sekitar satu tahun.
”Yang beagle ini memang sudah lama saya latih,” kata Wisnu. Latihan dasar, menurut dia, merupakan yang paling penting. Yakni, melatih kepatuhan, kepercayaan diri, dan kemampuan mengenal instruksi. Setelah latihan dasar usai, dibutuhkan waktu sekitar delapan bulan lagi untuk membentuk ketangkasan.
Selain kedisiplinan dan ketelatenan pawrent, hal lain yang perlu dicermati adalah makanan. ”Kalau makannya sudah bagus, melatihnya mudah, Mas,” ujar Wisnu.
Porsi latihan yang pas juga menjadi kunci. Jangan terlalu lama, maksimal 15 menit. ”Kalau anjing sudah tidak mood, jangan dipaksa,” kata Wisnu.
Bagi pawrent, apa manfaat ikut kompetisi? ”Dapat inspirasi,’’ ucap Wisnu. Rangkaian atraksi yang tersaji, menurut dia, memantik ide latihan baru. Selain itu, para pawrent bisa saling berbagi tip dan trik untuk membuat asuhannya lebih terampil dan lincah.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=KktEAdTG6GU&ab_channel=JawaPos

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
