
TAK KASAT MATA: Dari kiri, Om Hao, Day Sara Wijayanto, dan Wisnu Hardana dalam penelusuran kolaboratif.
Penikmat konten mistis di kanal YouTube dan platform media sosial (medsos) tidak pernah ada matinya. Padahal, yang dibahas biasanya sudah mati alias tidak bernyawa lagi. Namun, misteri memang selalu menarik untuk diulik.
DIKARUNIAI kemampuan retrokognisi atau persepsi kejadian/peristiwa pada masa lalu, Hari Kurniawan alias Om Hao menikmati proses pembuatan setiap konten untuk Kisah Tanah Jawa (KTJ). Lelaki kelahiran Jombang, Jawa Timur, itu memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang dia miliki untuk menjadikan KTJ sajian yang unik. Dia mengupas hal-hal mistis dan misterius dengan kemasan historis dan tradisi.
Lahir di kanal YouTube sejak Februari 2018, konten-konten KTJ sudah ditonton lebih dari 240 juta warganet per kemarin (13/5). Dari awal kemunculannya sampai sekarang, Om Hao dan tim KTJ konsisten memproduksi tayangan yang menyingkap mitos sejarah, kisah mistis, dan metafisika.
”Kisah Tanah Jawa tidak merujuk pada suku tertentu, tapi lebih ke Pulau Jawa,” kata Om Hao saat ditemui Jawa Pos pada Rabu (10/5) lalu.
Selain KTJ, konten metafisika diproduksi tim Sara Wijayanto. Perempuan yang dikenal sebagai pelakon itu menjadi pembuat konten misteri dan mistis lewat Diari Misteri Sara (DMS) di YouTube sejak 2009. Sebagai sesama pembuat konten dengan genre yang sama, Om Hao pun beberapa kali berkolaborasi dengan Sara.
Om Hao menyatakan bahwa KTJ berkembang mengikuti dinamika pasar. Untuk bisa menjangkau semua kalangan, KTJ tidak melulu hanya menyajikan konten penelusuran atau liputan. Namun, ada juga playlist Gerbang Antar Dimensi dan gelar wicara (podcast) bertajuk Obrolan Santai.
”Ada banyak produk dagangan di situ (kanal YouTube KTJ). Ada pembahasan yang berat, pembahasan yang ringan, bahkan yang receh juga ada,” ungkap Om Hao. Dia menyebut kanal YouTube KTJ tak ubahnya minimarket. ”Semuanya ada,” imbuhnya.
Soal kolaborasi, KTJ tidak hanya bergandengan dengan sesama pembuat konten dari genre yang sama, dengan yang beda genre pun dijalani. Yang terbaru, KTJ berkolaborasi dengan Denny Sumargo membuat konten penelusuran kisah mistis di Jakarta.
KTJ tidak sembarangan dalam membuat konten. Om Hao menegaskan bahwa semua produksi selalu diawali dengan riset. Khususnya, riset sejarah tentang lokasi taping. ”Sebelum membuat konten, kita harus tahu betul apa yang ingin disampaikan (kepada penonton, Red),” ungkap pria yang tubuhnya bisa menjadi media komunikasi dengan "dunia lain” itu.
Selain kolaborasi dan inovasi tayangan, KTJ juga membuat kanal-kanal baru. Bahkan, kanal-kanal itu tidak lagi sekadar mengupas kisah mistis di Pulau Jawa. Melainkan juga pulau-pulau lain di Indonesia. Seperti Sumatera, Kalimantan, dan Bali. ”Kita akan terus berkembang. Kreatif itu harus dinamis, nggak boleh statis,” papar Om Hao. (tyo/c17/hep)
Hari Kurniawan alias Om Hao
KISAH TANAH JAWA
Sumber: Reportase Jawa Pos

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
